BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Para pelaku usaha perikanan dan Akademisi di Kabupaten Seruyan mengikuti Pelatihan Esenssial Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) atau Pengelolaan Perikanan dengan Pendekatan Ekosistem Perikanan Darat.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara daring oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan dengan menghadirkan penyuluh perikanan dari Banyuwangi, Senin, 3 Juni 2024
Kadis Perikanan Seruyan, Halidah mengatakan, pelatihan pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem atau EAFM ditujukan untuk mencapai keberlanjutan.
Pemanfaatan sumber daya perikanan tersebut, dengan memperhatikan tiga dimensi utama dalam perikanan, yaitu ekosistem, sosial dan ekonomi masyarakat serta kebijakan perikanan.
Secara sederhana EAFM sebuah konsep bagaimana menyeimbangkan antara tujuan ekonomi dalam pengelolaan perikanan dengan tetap mempertimbangkan pengetahuan, informasi dan ketidak pastian tentang komponen biotik, abiotik dan interaksi manusia dalam ekosistem perairan melalui sebuah pengelolaan perikanan yang terpadu, komprehensif dan berkelanjutan.
--page
Pelatihan EAFM bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Pemerintah Daerah, Akademisi dan pelaku pemanfaatan perikanan di Seruyan guna mendukung pengelolaan sumberdaya pesisir secara kolaboratif yang berkelanjutan, “ katanya.
Selanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Seruyan yang merupakan kawasan Konservasi Suaka Alam Perairan. (FAHRUL/Y)









