BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Periode Januari sampai dengan Mei 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas mencatat sudah lakukan skrining kanker leher rahim dan kanker payudara dengan metode IVA (Inspeksi Vagina dengan Asam Asetat) dan Sadanis (pemeriksaan payudara klinis) di wilayah kerja masing-masing.
Hal itu sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kanker leher rahim dan kanker payudara harus dilakukan secara komprehensif melalui program jangka panjang, agar setiap perempuan dapat terlindungi dari penyakit kanker.
"Dinkes Kapuas melalui semua puskesmas melaksanakan pada periode Januari – Mei 2024 ini, tercatat sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 402 orang perempuan di Kabupaten Kapuas," kata Kepala Dinkes Kapuas, dr Tonun Irawaty Panjaitan, Selasa, 4 Juni 2024.
Memberikan dukungan penuh, dr Tonun juga berhadir pada kegiatan pemeriksaan IVA di wilayah kerja UPT Puskesmas Selat. Dalam kesempatan ini dirinya menyampaikan pentingnya mendeteksi kanker leher rahim dan kanker payudara.
“Saat ini ada beberapa pilihan metode deteksi dini / skrining kanker leher rahim dan kanker payudara, antara lain dengan metode Papsmear, HPV Test dan IVA test," ucapnya.
--page
Skrining yang paling murah dan tepat guna yaitu dengan menggunakan asam cuka atau yang dikenal dengan Inspeksi Vagina dengan Asam Asetat.
"Cara ini disamping murah juga mudah, karena dapat dilaksanakan oleh bidan dengan pengawasan dokter di sarana pelayanan dasar (Puskesmas atau puskesmas pembantu atau Poskesdes),” jelasnya.
Mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat yaitu di UPT Puskesmas Selat dan PMB (Praktek Mandiri Bidan) Persahabatan.
Dengan adanya kegiatan IVA Test dan SADANIS ini diharapkan agar kasus kanker payudara dan kanker serviks mengalami penurunan dan apabila ditemukan yang hasil pemeriksaan IVA test positif bisa dilakukan penanganan lebih awal dengan dilakukan kryoterapi agar tidak menjadi stadium lanjut. (DODI/H)









