BORNEONEWS, Palangka Raya - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 2 Palangka Raya, menjadi juara nasional pentas seni. Hanya kurang lebih 10 hari melatih tarian Manalapas Dahiang Baya, mereka berjaya dalam kejuaraan yang digelar dalam kegiatan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) II tahun 2016, di Bumi Perkemahan Pantai Liang, Kabupaten Maluku Tengah, 24-28 Mei 2016.

"Anak-anak yang menjadi penari dalam kegiatan tersebut sebenarnya tidak memiliki latar belakang penari melainkan anggota Pramuka. Makanya kami tidak menyangka juga bisa menjadi juara di kegiatan yang diikuti 33 Provinsi ini. Tidak sia-sia perjuangan anak-anak kami," kata Kepala MTSN 2 Palangka Raya, Idayani, saat diwawancarai Borneonews, di Palangka Raya, Jumat (3/6/2016).

Menurutnya, untuk menampilkan tarian yang sudah pernah dipopulerkan oleh Sanggar Tarantang Petak Balanga di tahun 2009 ini juga tidak mudah. Pihaknya sampai harus meminta ijin kepada tokoh adat di Balai Kaharingan terlebih dahulu untuk membawakan tarian sakral ini.

"Tari Manalapas dahiang Baya ini menyimbolkan proses penyucian diri baik dari dalam diri manusia dan lingkungan di sekitarnya supaya bisa dilindungi yang Maha Kuasa. Makanya ijinnya juga tidak gampang. Kami harus memenuhi setidaknya 11 syarat untuk mengadakan ritual dua hari sebelum keberangkatan," jelasnya.

Namun semua perjuangan itu tak sia-sia karena selain membawa gelar Juara Nasional Pentas Seni, lomba-lomba lain juga tak ketinggalan mereka juarai salah satunya lomba yel-yel yang memperoleh juara kedua.

"Total uang pembinaan yang kami dapatkan Rp16 juta dan itu semua untuk anak-anak karena merekalah yang berjuang," tuturnya.

Pihaknya berharap dengan gelar juara yang mereka raih kali ini menjadikan mereka lebih semangat dan termotivasi untuk meraih juara-juara nasional, dalam berbagai bidang tak hanya sebatas ini saja.

"Karena kita banyak menorehkan prestasi yang bertingkat nasional semoga dari pemerintah pun ada perhatian ke sekolah kami," harapnya. (TESTI PRISCILLA/N).