PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS dan Direktorat Jenderal Perkebunan yang bekerja sama dengan IPB Training kembali melaksanakan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang digelar di Provinsi Sumatera Utara.

"Peserta terdiri dari 75 pekebun yang berasal dari Kabupaten Asahan. Kegiatan juga dihadiri serta dibuka oleh Kristina Nadeak selaku Sekretaris Dinas Pertanian Asahan dan Banua Pane selaku Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut," kata Koordinator Narasumber IPB Training sekaligus perwakilan dari Institut Pertanian Bogor, Hariyadi dalam rilis yang dikirimkan BPDPKS pada Selasa, 4 Juni 2024.

Kehadiran dari instansi pemerintah ini menurutnya menunjukkan dukungan yang kuat dari pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit.

"Mereka berharap, para petani untuk memperhatikan pelatihan dan menerapkannya di kebun sawit masing-masing merupakan langkah yang penting untuk memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diimplementasikan secara efektif," tutur Hariyadi lagi.

Dr Hariyadi menerangkan bahwa pelatihan yang diikuti 75 orang ini dibagi menjadi 3 kelas dan ditargetkan mampu memiliki tiga tujuan setelah pelatihan.

--page

"Tujuan pertama, adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang persiapan benih atau bahan tanam, lahan, dan tanam, serta penanaman," katanya.

Kedua, lanjut Hariyadi, pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemeliharaan tanaman di tingkat petani sawit.

"Selain itu, para peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sawit tentang pengendalian organisme pengganggu tanaman atau OPT," sebutnya.

Sementara itu Kristina Nadeak dalam kesempatan tersebut itu meminta para petani untuk benar-benar menyimak pelatihan yang dilakukan, agar bisa diterapkan di kebun sawit masing-masing setelah usai pelatihan.

Banua Pane pun bersikap senada. Ia berharap kebun sawit milik petani peserta pelatihan harus bisa lebih terawat setelah mengikuti pelatihan yang digelar IPB dan BPDPKS tersebut.

Secara keseluruhan, pelatihan ini tampaknya merupakan langkah yang positif dalam mendukung pengembangan sektor pertanian, khususnya dalam budidaya kelapa sawit, di Kabupaten Asahan dan Provinsi Sumatera Utara. Dengan dukungan pemerintah daerah, lembaga pendidikan seperti IPB, dan komitmen dari para petani sendiri, diharapkan dapat tercapai peningkatan yang signifikan dalam produktivitas dan kesejahteraan petani sawit di wilayah tersebut. (TESTI PRISCILLA/j)