BORNEONEWS, Puruk Cahu - Kabupaten Murung Raya (Mura) harus berupaya maksimal pada kegiatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tingkat Provinsi Tahun 2017 bisa mendapat prestasi yang baik. Ini karena Murung Raya tidak dapat meraih prestasi apapun apa pada kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 28 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Kota Palangka Raya.
Bupati Murung Raya, Perdie M Yoseph saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan di Kota Puruk Cahu mengatakan, penyebab Murung Raya sampai tidak mendapat prestasi pada kegiatan MTQ tingkat provinsi Kalteng ke-28 lalu karena terkendala sumber daya manusia (SDM).
"SDM kita (Kabupaten Mura) bisa dibilang jauh dari kabupaten lain sehingga pada kegiatan MTQ lalu di Kota Palangkaraya tidak ada satupun cabang lomba yang memperoleh medali emas. Paling tinggi hanya medali perak," ungkap Perdie.
Ia mengatakan, untuk kegiatan STQ Tingkat Provinsi Kalteng tahun 2017 mendatang di Kota Puruk Cahu, Kabupaten Mura tidak hanya mempunyai pekerjaan agar kegiatan tersebut sukses, tatapi juga berupaya agar kafilahnya bisa memperoleh hasil maksimal.
Sementara itu Wakil Ketua I Lembaga Pengembang Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Murung Raya Pujo Sarwono mengatakan, selain kekurangan SDM, faktor keluarga juga menjadi kendala dalam melakukan pembinaan.
"Kami kesulitan melakukan pembinaan terhadap mereka yang memiliki potensi, Salah satunya faktor orang tua mereka yang akan diberikan pembinaan yang merasa tidak percaya kalau anaknya diberikan pembinaan tanpa mengikutsertakan mereka selaku orang tua," ungkap Pujo.
Lantaran hal tersebut, kata Pujo, Kabupaten Mura menjadi salah satu kabupaten yang kurang memiliki prestasi dalam ajang lomba tilawatil Quran, sehingga dalam beberapa tahun terakhir penyelenggaraan kegiatan MTQ maupun STQ tingkat provinsi, Murung Raya hampir tidak pernah memiliki prestasi membanggakan. (SUPRI ADI/m)








