BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Terjadinya hujan dengan sporadis atau hujan lebat dengan durasi singkat bakal sering terjadi dalam beberapa hari ke depan. Saat ini dianggap merupakan musim pancaroba atau perpindahan dari satu musim menuju musim lainnya.


Menurut Kepala BMKG Kobar Lukman Soleh, Minggu (5/6/2016) untuk wilayah Kotawaringin Barat yang dibagi dalam dua zona musim (ZOM) I 264 dan II 265 diperkirakan akan memasuki musim kemarau berkisar antara pertengahan Juli hingga awal Agustus 2016.


"Selain hujan yang turun sporadis, perlu diwaspadai juga continous rain atau hujan yang turun dengan durasi yang lama. Namun sebenarnya masyarakat juga bisa memperkirakan tanda-tanda bakal terjadinya continous rain," jelasnya.


Selain pengaruh angin dan kelembaban di lapisan awan, lanjutnya, kondisi cuaca sangat panas yang terjadi selama dua atau tiga hari juga diperkitrakan akan semakin memicu terjadinya hujan dengan durasi lama.


"Logikanya seperti ini. Kondisi cuaca yang panas dan pengaruh kelembabab serta angin di lapisan awan bakal memicu terbentuknya awan cumulus atau yang terlihat bergumpal, padat dan menjulang dan bagian atasnya tidak merata," jelasnya


Karena beberapa hari kondisi tersbeut terjadi, sehingga semakin banytak awan cumulus yang terbentuk. "Bila awan cumulus tersebut terkumpul dan menjadi satu maka akan menghasilkan awan yang besar yaitu awan cumolonimbus (CB)." jelasnya.


Menurutnya, bila awan ini terbentuk maka akan terjadi hujan lebat dan petir. bahkan bisa terjadi dalam durasi yang lama. "Salah satu contoh kondisi hujan dengan durasi lama tersebut terjadi di Palangka Raya sejak Jumat (3/6/2016) hingga Sabtu (5/6/2016) pagi," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/m)