BORNEONEWS, Palangka Raya - Hampir di setiap jalan dan gang di Kota Cantik, Palangka Raya. terdapat toko. Mulai dari yang kecil hingga besar. Mereka seakan berlomba untuk mendapatkan hasil dari usahanya itu. Ada yang laris, ada pula yang jarang pembelinya.
Seharusnya, pengusaha juga harus rutin melakukan pengecekan terhadap barang-barang yang dijual. Sebab, ini berkaitan dengan kesehatan banyak orang. Jika hal itu diabaikan dan hanya sekadar mencari keuntungan semata, maka bukan tidak mungkin barang jualan akan kadaluarsa.
Seperti yang terlihat dari hasil giat gabungan melibatkan Polsek Pahandut, Koramil 1016/01 Pahandut, BPOM dan Kecamatan Pahandut, Sabtu (4/6/2016) sekitar pukul 11.30 WIB. Tim menemukan ratusan barang kedaluwarsa di dua toko yakni Toko Gemini, Jalan Yosudarso atau tidak jauh dari pintu gerbang Universitas Palangka Raya dan Toko Andri/Afri, Jalan Tjilik Riwut Km 4.
Lalu seberapa bahaya barang kadaluwarsa itu bila sampai dikonsumsi seseorang?
Kepala BPOM Palangka Raya Tri Koranti menegaskaan semua barang yang telah kedaluwarsa sangat berbahaya bagi kesehatan apabila dikonsumsi. Bahkan bisa menyebabkan kematian.
"Sudah pasti semua produk yang telah expired tidak aman dan sangat berbahaya sekali apabila dikonsumsi. Karena barang sudah rusak. Dan pastinya bisa menyebabkan kematian," ucap Koranti.
Dari catatan Borneonews, barang kedaluwarsa itu di antaranya, minuman Aqua, Vit, Lasegar, Sprite, Fanta, Mizone, Bear Brand, ABC Kacang Ijo, Coca-cola, Kratindeng, Kuku Bima, Marijan dan Green Sand.
Kemudian makanan ringan untuk anak-anak seperti Siip, Tanggo, Kacang Kulit, Gerry Salut dan Beng-beng. Barang lainnya di antaranya makanan kering Khong Guan, Soto Banjar, Mie Sedap Instan, Mie Sedap Clup, Limau Kuit, Mie Goreng Cabe Ijo, Permen Fox's, Nano-nano, Mentos, Hexos, Gula Pasir, Rokok Teh Sariwangi dan Baigon semprot.
Selanjutnya di Toko Andri, ada kecap ABC, minuman, makanan, bumbu-bumbu, alat kecantikan, sampo, obat-obatan dan lain-lain termasuk pampers alias popok untuk anak-anak.
Menanggapi masalah tingkat bahaya pampers kadaluarsa, Koranti menyebut setiap balita yang menggunakan dapat menyebabkan gatal-gatal pada gulit dan terjadi kemerahan.
"Popok yang belum kadaluasa juga bisa, apalagi popok yang telah kadaluarsa. Karena bayi mempunyai tingkat sensitifitas yang tinggi. Jadi apabila orang tua mendapati hal itu harus cepat tanggap supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutur Koranti, Minggu (5/6/2016). (BUDI YULIANTO/m)








