BORNEONEWS, Muara Teweh - Kejuaraan Catur Bupati Cup II Barito Utara 2016 tingkat senior dan junior berakhir. Bupati Barut diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum H Fauzul Risma menutup kejuaraan berlangsung pada 31 Mei hingga 3 Juni 2016, di Aula MTsN Muara Teweh.
Pengumunan Juara Catur Bupati Cup II 2016, dibacakan oleh panitia dari Percasi Kabupaten Barut. Adapun Juara pada turnamen catur tersebut sebagai juara pertama diraih oleh M. Yazid Pratama Al Banja dari Amuntai (HSU), Juara kedua Ahmad Raihan Hasa-MN dari Amuntai (HSU), Juara ketiga Khairil Anwar-MN dari Amuntai (HSU), Juara Keempat Rahmatullah Noor-MN dari Tanah Bumbu dan Juara Kelima Asari-MNC dari Barito Utara.
Asisten III mengatakan, kejuaraan ini merupakan event penting dan berharga dalam pengembangan olahraga catur atau olahraga asah otak dengan harapan memperoleh kesempatan untuk menimba pengalaman bertanding, sehingga melahirkan bibit-bibit baru kategori senior dan junior. Selanjutnya dapat dikembangkan sebagai atlet catur yang handal, yang mampu berkompetisi di event regional bahkan sampai tingkat nasional, sehingga dapat mengharumkan nama Kabupaten Barito Utara.
“Pelaksanaan kejuaraan ini luar biasa, semoga melalui kegiatan ini tumbuh atlet-atlet muda berbakat dari Kabupaten Barut khususnya di bidang catur. Olahraga Catur adalah olahraga berpikir, kita sangat membutuhkan para pemikir-pemikir untuk kemajuan Barut,” katanya.
Ketua Panitia Ledianto menjelaskan tujuan penyelenggaraan kejuaraan catur Bupati Cup II ini adalah untuk pengembangan olahraga catur, karena memberikan kesempatan bagi penggemar catur dalam mengasah kemampuan serta menimba pengalaman bertanding yang nantinya akan bermuara pada pencapaian prestasi dibidang olahraga catur.
Turnamen ini juga diharapkan menjadi wahana lahirnya bibit-bibit atlet catur berbakat yang akan menjadi andalan untuk mampu berkompetisi dalam mengharumkan nama daerah Barut pada sejumlah kejuaraan tingkat provinsi nasional dan regional bahkan tingkat internasional.
Ia menjelaskan, sistem pertandingan kejuaraan ini menggunakan sistem Swiss 46, 9 babak sesuai lazimnya berbagai kejuaraan catur saat ini. Adapun jumlah peserta sebanyak 192 orang yang diikuti peserta dari luar daerah Kabupaten Barut 48 orang yaitu dari Kalimantan Selatan dan Kabupaten yang ada di Kalteng. Sedangkan khusus untuk junior tingkat SD, SMP dan SMU panitia membatasi hanya untuk dalam daerah saja.
Lanjut dia, dari peserta tersebut pecatur yang telah memiliki gelar Master Nasional (MN) sebanyak 11 orang dan satu orang Master FIDE.
“Dan yang lebih istimewa lagi ada 3 orang pecatur tuna netra, satu orang tuna rungu dan satu orang cacat fisik, mereka dapat bersaing dengan atlet-atlet pecatur yang lainnya,” tutupnya. (AGUS SIDIK/m)








