BORNEONEWS, Barito Selatan - Seorang kepala desa (Kades) di Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), terjaring razia penyakit masyarakat (Pekat) jelang Ramadhan oleh Satuan Polisi Pamomg Praja (Satpol PP) dan Polisi Militer (PM) di salah satu hotel di Buntok, Minggu (5/6/2016) sekitar pukul (00.30) Wib.

Selain seorang kades, tampak belasan wanita penghibur yang terjaring dalam opersasi tersebut diboyong ke markas Satpol PP.

Kepala Satpol PP Barsel Sinardi mengatakan, dalam operasi penertiban jelang Ramadan, pihaknya melakukan razia pada sejumlah hotel, penginapan, dan tempat hiburan di Buntok dan sekitarnya.

"Bagi warga yang tidak bisa menunjukan KTP atau identitas yang jelas, atau  kepergok berpasangan di dalam hotel dan bukan status suami-istri, maka dengan terpaksa harus kami giring ke markas untuk mendapat pengarahan," ujarnya.

Ia membenarkan, dari sejumlah pasangan yang terjaring dalam razia Pekat itu, termasuk kades dari wilayah Kecamatan Karau Kuala, dengan inisial BT.

"Kita tidak pandang bulu, siapa saja yang dan apapun statusnya nya, kalau memang terbukti bersalah, maka akan kita amankan dulu, kemudian akan kita beri arahan agar jangan sampai mengulangi lagi berbutan buruk itu," tegas Kasat.

Ia menjelaskan, dalam operasi pekat tersebut, pihaknya bekerjasama dengan jajaran Polres Barsel, dan PM TNI.

"Razia ini akan kami lakukan pada setiap malam hingga Ramadhan berakhir di setiap hotel dan penginapan, begitu juga pada tempat - tempat hiburan," tegasnya (HAIRUL SALEH/m).