BORNEONEWS, Pulang Pisau - Penjabat Bupati Pulang Pisau Nunu Andriani mengatakan peluncuran maskot dan jingle Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pulang Pisau 2024 yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten setempat merupakan symbol kerukunan.
“Bukan hanya sebagai penanda dimulainya kontestasi, tetapi juga merupakan simbol menjaga, menyatukan perbedaan. Kerukunan dan dorongan semangat dalam menghadirkan rasa keharmonisian di tengah masyarakat,” katanya.
Yang mana menurut dia, pada pilkada tentunya boleh berbeda dalam hal menentukan pilihan calon pemimpin, akan tetapi perbedaan tersebut jangan sampai menimbulkan perpecahan persatuan dan kesatuan.
Untuk Pilkada 2024 mendatang, dirinya mengharapkan bisa berjalan dengan sukses dan aman. Seperti yang telah terlaksana di Pemilihan Umum Pemilu Presiden dan Pileg 2024 yang bisa terselenggara dengan kondusif dengan selalu mengedepankan jujur dan adil.
“Artinya dengan dimulainya tahapan Pilkada 2024 tentu masyarakat harus bisa lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi momentum ini dan tentunya masyarakat harus berperan aktif untuk menggunakan hak suaranya dan jangan sampai tidak menggunakan hak pilih atau Golput,” ujarnya.
--page
Oleh karena itu dalam Pilkada yang dilaksanakan 27 November mendatang, Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi yang bisa saja memunculkan provokasi ataupun isu-isu hoax.
“Ini bertujuan agar tidak terjadi timbulnya perpecahan ditengah masyarakat. Begitujuga peran partai politik untuk bisa menentramkan suasana pesta demokrasi ini. Tunjukkan apa yang menjadi visi misi dan potensi diri masing-masing calon agar bisa menjadikan masyarakat sebagai pemilih cerdas dan bijak,” imuhnya. (Ahm)









