BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau Hendri Arroyo mengatakan bahwa momen peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) sedunia menjadi salah satu momen pengingat dalam memaksimalkan menghadapi masalah persoalan lingkungan.
“Yaitu untuk mencegah siklus kerentanan bencana. Sebab saat ini kita sedang menghadapi tantangan lingkungan hidup yakni krisis iklim. Mulai dari fenomena pemanasan global yang mengkuatirkan sehingga bisa mengancam bumi menjadi tidak begitu sehat lagi,” katanya, belum lama ini.
Diterangkan dia, pemerintah daerah melalui pihaknya pada momen HLH ini, tentunya terus berupaya dengan lebih baik untuk mengatasi berbagai permasalahan lingkungan di wilayah kabupaten setempat.
“Upaya itu seperti mengambil langkah agar tidak terjadinya kerusakan hutan, menyusutnya populasi satwa liar dilindungi, pencemaran air, udara hingga bahaya sampah plastik,” ujarnya kepada awak media.
Yang mana upaya tersebut tentunya telah dilakukan pihaknya dengan dengan membuka ruang terbuka hijau yang bertujuan untuk menurunkan resiko banjir dan menjaga kembali kawasan mangrove di pesisir bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung dan pihak lainnya.
--page
Sedangkan dalam mengatasi dan meminimalkan dampak dari perubahan iklim pihaknya juga menggunakan salah satu metode pilihan dengan penyerapan karbon, yaitu melakukan penanaman dan menjaga mangrove, sehingga sangat diperlukan upaya yang terintegrasi dengan baik.
“Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 ini, ayo berperan aktif menjaga lingkungan, seperti menanam pohon dan tanaman untuk penghijauan dan membiasakan diri untuk mendaur ulang barang-barang bekas,” imbuhnya. (Ahm)









