BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Besarnya risiko kejadian pelayanan kesehatan, mengharuskan para tenaga yang berhubungan langsung dengan proses pelayanan, memiliki pengalaman dan kemampuan dalam meminimalisir kemungkinan risiko yang dapat terjadi.
Hal ini menjadi perhatian utama RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dalam upayanya memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan paripurna bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Untuk menjaga standar pelayanan tersebut, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun mengadakan Pelatihan Manajemen Risiko.
Kegiatan tersebut, dihadiri oleh berbagai tenaga medis dan manajemen rumah sakit, yang siap berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan melalui manajemen risiko yang efektif.
Direktur RSUD Sultan Imanuddin dr Fachruddin, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian integral dalam penyusunan perencanaan, pengembangan, pemantauan, evaluasi, dan upaya perbaikan pada berbagai tahap pelayanan.
--page
"Rumah sakit berkewajiban untuk mengidentifikasi dan mengendalikan seluruh risiko strategis dan operasional yang penting," ujarnya, Jumat, 7 Juni 2024.
"Dengan begitu, tujuan pelatihan manajemen risiko ini diharapkan dapat melindungi pasien, karyawan, pengunjung, dan pemangku kepentingan lainnya dalam ruang lingkup institusi pelayanan kesehatan," imbuhnya.
Pelatihan Manajemen Risiko diharapkan dapat menghasilkan tenaga medis yang lebih tanggap dan terampil dalam menghadapi situasi risiko, serta mampu menerapkan tindakan preventif yang sesuai.
Dengan demikian, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh pihak yang terlibat, serta memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit. (DANANG/j)









