KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Hingga hari kelima warga Desa Selunuk Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan masih bertahan dalam aksi demo mereka yang menuntut hak plasma 20 persen kepada PT Binasawit Abadi Pratama anak perusahaan Sinar Mas Group.

Para warga mendirikan tenda darurat di pintu masuk  perusahaan PT Binasawit Abadi Pratama yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Km 98, Sampit-Pangkalan Bun.

"Kami masih bertahan di sini, karena sampai hari ini masih belum ada kepastian dari pihak perusahaan terkait apa yang menjadi tuntutan kami," kata Asan, salah satu warga setempat, Jumat, 7 Juni 2024.

Dijelaskan  bahwa aksi ini merupakan bentuk protes karena realisasi plasma yang telah disepakati bersama untuk masyarakat Desa Selunuk belum juga terealisasi.

"Jika masih belum ada keputusan sebagaimana tuntutan yang telah kami sampaikan, kami akan tetap bertahan di sini," tegasnya.

--page

Untuk konsumsi sehari-hari, warga secara swadaya memasak di rumah masing-masing dan membawa makanan ke tenda tempat mereka bertahan.

Aksi masyarakat menuntut realisasi plasma ini telah berlangsung sejak Senin, 3 Juni 2024. Meskipun sudah lima hari berlalu, belum ada tanggapan yang memuaskan dari pihak PT Binasawit Abadi Pratama, (FAHRUL/j)