BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng membantu masyarakat yang tertimpa musibah kebanjiran. Curah hujan sangat deras, di seluruh wilayah Kota Palangka Raya selama dua hari sejak Jumat (3/6/2016) pukul 21.00 WIB, hingga Sabtu (4/6) pukul 09.00 WIB). Sebagian besar permukiman hingga jalan utama bahkan komplek perumahan tergenang air.

“Saya sudah minta agar badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kalteng, termasuk semua instansi terkait segera  turun ke lapangan membantu masyarakat, kalau ada masyarakat yang memang betul-betul butuh evakuasi segera bantu evakuasi,”ucap Gubernur Sugianto Sabran, usai menghadiri syukuran umat Kristiani di aula Jayang Tingang, didampingi Kadis Pekerjaan Umum Kalteng, Leonard S Ampung.

Berdasarkan informasi terakhir, tidak ada korban nyawa akibat banjir dadakan tersebut, namun ia meminta agar instansi terkait terus waspada dan selalu siap ketika ada kejadian seperti tersebut tiba-tiba terjadi kembali.

“Kita minta sejumlah daerah rawan banjir diinventarisasi, untuk langkah antisipasi kedepan,”katanya.

Air hujan yang menggenangi seluruh ruas Jalan di Kota Palangka Raya bahkan mencapai 40 cm atau setara dengan setengah kaki orang dewasa.

Kejadian ini sontak membuat warga kaget apalagi yang melaksanakan aktivitasnya pada pagi hari, melewati ruas jalan yang banjir harus berjibaku dengan air. Ada beberapa kendaraan roda dua dan roda empat macet bahkan mogok dan harus di dorong oleh warga lainya untuk bisa melewati banjir.

Pantauan Palangka Post  berbagai komplek perumahan dan ruas jalan yang terkena dampak banjir yakni di wilayah Jalan Tumenggung Tilung, Jalan Rajawali, Jalan Yos Sudarso, Jalan G. Obos, serta hampir seluruh ruas jalan. Dan terparah di wilayah Jalan Ramin, Komplek Babusalam, Pananrung, sejumlah warga dilakukan evakuasi oleh tim relawan, aparat kepolisian hingga warga setempat karena air dalam dan tidak bisa dilewati.

Tak terkecuali di media sosial seperti Facebook, Instagram dan BBM, 90 persen warga masyarakat Kota Palangka Raya memponsting foto banjir melanda serta menggunakan status kebanjiran dan banjir dimana-mana.

“Kami berjalan-jalan mengitari Kota Palangka Raya. Hampir semua ruas Jalan terkena dampak banjir akibat hujan deras sepanjang malam tadi. Namun yang sedikit lebih parah di Komplek

Panarung, Jalan Ramin, Babusalam, tidak bisa dilalui kendaraan, bahkan warga sudah dilakukan evakuasi ketempat yang lebih tinggi dengan dibantu warga masyarakat, kepolisian dan tim pemadam kebakaran,” ucap Rajuli, warga Jalan RTA. Milono.

Hal sama juga di ruas Jalan Yos Sudarso dimana ada banyak warga yang harus berputar arah khususnya kendaraan roda dua, karena arus air yang sangat deras melintasi jalan raya akibat meluapnya salah satu drainase yang ada di samping kantor Pajak Pelayan Daerah Kalteng tersebut.

Sedangkan ada juga sejumlah warga yang terjebak arus air karena nekat melintasi ruas tersebut sehingga bernasib sial, mensin kendaraan mati/mogok dan terpaksa harus di dorong. 

Sementara itu hingga pukul 15.00 WIB cuaca masih tetap mendung dan air mulai sedikit surut namun masih menggenang sebagian komplek perumahan dan ruas jalan. Hingga pukul 09.00 WIB Minggu (5/6), air sudah mulai terlihat surut meskipun sebagian ruas Jalan masih tergenang air namun hanya sedikit. (ARIANATA/N).