BORNEONEWS, Palangka Raya - DPRD Kota Palangka Raya sangat mendukung niat pemerintah kota menata dan mengembalikan fungsi Jalan Garuda kembali sebagai ruang terbuka hijau (RTH) berkonsep taman. Tetapi perlu diperhatikan juga dampak bagi masyarakat sekitar yang sudah lama tinggal dan berusaha mencari nafkah. 

Selain  itu, juga diminta bersikap tidak pilih kasih dalam menertibkan kawasan Garuda agar tidak timbul iri sesama warga. Demikian ditekankan Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto kepada Borneonews, Minggu (5/6/2016).

Sebab politisi PDI Perjuangan itu mengaku kerap mendapat banyak keluhan dari masyarakat, khususnya pelaku usaha tanaman hias yang ada di jalan Garuda. Selain berharap tidak direlokasi, Pemkot juga dianggap tidak adil dalam melakukan penggusuran.

“Ketidakadilan tersebut terlihat dari rencana penggusuran hanya dilakukan di sebelah kiri Jalan Garuda yang mayoritas pelaku tanaman hias. Sementara sebelah kanan Jalan Garuda yang tidak tertata, bahkan terlihat kurang indah, sebagian sudah dicor untuk garasi mobil, untuk berjualan, dan perubahan fungsi lainnya, sama sekali tidak dilakukan penggusuran,” ungkap Sigit bernada tanya.

Padahal, lanjut Sigit, disitu merupakan median jalan, tetapi dialihfungsikan oleh warga sendiri. Otomatis jika berkaca secara aturan, sama-sama berhak untuk ditertibkan. Sehingga ia berharap agar Pemkot besikap bijak kepada warga.

“Apabila ingin menggusur, ya kenapa tidak sebelah kanan saja yang terlebih dahulu. Kalau sebelah kiri yang mayoritas tanaman hias, justru akan masih terlihat indah. Tapi, saya tidak melihat itu, terpenting bagaimana Pemkot bijaksana dan mencari solusi yang baik," ujarnya.

Misalnya, terang Politisi PDI Perjuangan (PDIP) ini, Pemkot  tidak asal dalam menyediakan lahan relokasi, melainkan memperhatikan berbagai sektor, termasuk kecocokan berjualan tanaman hias dari sektor status lahan dan nilai strategis berjualan, sehingga tidak merugikan pendapatan pedagang.

Ia sempat menyarankan di sekitar Jalan Yos Sudarso ujung yang sekarang ini dipersiapkan untuk para pedagang kaki lima (PKL) kuliner malam Yos Sudarso. Konsepnya agar disandingkan dengan pelaku usaha tanaman hias. Masyarakat yang nantinya menikmati kuliner juga bisa sekalian menengok tanaman hias. Para pelaku usaha tanaman hias pun tetap bisa berusaha karena masyarakat banyak yang melintas. (ROZIKIN/m)