BORNEONEWS, Kotim - Harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan drastis memasuki bulan Ramadan 2016. Masyarakat resah karena harga beberapa di antaranya, melonjak rata-rata 50%-100%. Kenaikan paling mencengangkan terjadi pada cabai kering. Saat ini harganya Rp100 ribu per kilogram. Sebelumnya hanya sekitar Rp40 ribu - Rp50 ribu per kg.

"Gula pasir dari sebelumnya Rp14 ribu per kg-Rp16 ribu per kg, menjadi Rp18 ribu. Telur ayam dijual Rp42 ribu per sap isi 30 butir, saat ini dijual Rp52 ribu. Komoditas lain seperti bawang maupun daging sapi sudah lama naiknya. Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok ini merata terjadi di seluruh pasar besar di Sampit,” ujar Ani, ibu rumah tangga di Komplek Arjuno Sampit, Kotim, Senin (6/6/2016).

Ani berharap ada langkah-langkah dari pemerintah daerah untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok di pasaran. Pemerintah diminta tidak hanya sekedar melakukan pengawasan, karena yang lebih penting upaya mengendalikan harga. “Kalau perlu hingga penindakan, apabila ada distributor maupun pedagang nakal yang sengaja mempermainkan harga di pasaran.”

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kotawaringin Timur (Disperindagsar Kotim), Richard Siregar, mengatakan akibat konsumsi masyarakat yang meningkat sejak menjelang bulan puasa, menyebabkan jumlah permintaan pasar terus bergerak ke atas atau menjadi tinggi setiap harinya.

Ia menyebutkan, hal ini menjadi faktor utama penyebab kenaikan harga kebutuhan-kebutuhan pokok yang memang banyak digemari masyarakat ketika bulan Ramadan. “Sesuai hukum pasar yang terjadi selama ini, apabila jumlah permintaan meningkat, harga kebutuhan pun menjadi lebih tinggi dari biasanya.” (M.RIFQI/N).