BORNEONEWS, Jakarta - Keluhan atas tingginya harga-harga kebutuhan pokok memasuki bulan suci Ramadan 2016, terus mengemuka. Termasuk di Kalimantan Tengah. Karena itu, pemerintah diminta serius menangani gejolak kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama saat bulan puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri 1437 Hijriyah.
"Pemerintah harus sangat serius memperhatikan ini terutama Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian BUMN, dan Kementerian Pertanian," kata Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto di Gedung Nusantara III, Jakarta, Senin (6/6/2016).
Kepada pers, Agus mengatakan, kenaikan harga kebutuhan pokok itu sebenarnya juga terjadi pada Ramadan tahun lalu, namun tidak setinggi saat ini. Karena itu, politikus Partai Demokrat itu meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk mengatasinya. "Kenaikan harga di bulan Ramadan yang dulu, naiknya tidak sehebat saat ini, meskipun kenaikan itu sesuatu yang tidak dapat diprediksi."
Untuk mengatasinya, semua kementerian terkait harus benar-benar bersatu untuk menguatkan koordinasi mengatasi persoalan tersebut. Menurut Agus, diperlukan kemampuan tinggi masing-masing kementerian untuk menghadapi masalah tersebut. "Sangat diperlukan kapabilitas yang tinggi untuk menghadapi masalah kenaikan harga tersebut." (*/N).








