BORNEONEWS, Palangka Raya - Alumni Angkatan XIV APDN Palangka Raya Tahun 1989 menggelar reuni untuk mempererat silaturahmi, sekaligus merefleksi peran serta Pamong dalam membangun Kalteng.
Perwakilan Alumni yang bedomisili di Palangka Raya, Tukas mengatakan, reuni tersebut salah satu upaya untuk menjaga dan mempertahankan tali silaturahmi, mempererat hubungan persaudaraan dan tetap terjalinnya komunikasi antarangkatan tersebut.
"Seraya mengenang kembali masa-masa lalu dalam keakraban mengikuti pendidikan. Para alumni Pamong Praja, khususnya alumni Angkatan XIV APDN Palangka Raya Tahun 1989 sangat bangga dan bahagia, karena cukup banyak alumni yang telah dipercaya menduduki jabatan strategis di Pemda pada 14 kabupaten dan kota, baik sebagai Pj Bupati, sekretaris daerah kabupaten dan kota, maupun sebagai kepala perangkat daerah (dinas/badan)," katanya, baru-baru ini.
Sementara itu, Perwakilan Alumni APDN Angkatan XIV Tahun 1985-1989 yang juga Pj Bupati Murung Raya, Hermon mengatakan, reuni ini harus tetap berlanjut dalam upaya silaturahmi dan momentum berbagi pengalaman dalam pengabdian kepada masyarakat.
"Untuk reuni selanjutnya, agar dibentuk tim permanen sebagai ketua Rusita Murniasi, Bendahara Ira Dewi Karyani, Sekretaris Drs Andri Taguh., M.Si. Pertemuan reuni nanti, tahun ini Murung Raya siap sebagai tuan rumah dan kedepan akan dilaksanaakan secara bergiliran di 14 kabupaten dan kota," arahnya.
--page
Selanjutnya, Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK), Ferdy M Yosep mengatakan, IKPTK mendukung kabar lanjutan reuni Pamong Praja. Ia juga meminta untuk diformulasikan acara yang lebih menyeluruh dan merespon tuntutan pelayanan masyarakat.
"Para Kader atau pejabat Alumni APDN Kalteng yang ada berjumlah 17 angkatan. Tentunya akan habis atau memasuki purna tugas dan sekarang semua bernaung dalam IKPTK. Kedepan, IKPTK akan mengalami perubahan dan penyesuaian visi dan misi," ujarnya.
Dia juga menyampaikan dukungannya kepada para Pamong Praja, khususnya yang sudah purna tugas agar tetap eksis. Setidaknya bisa melalui kegiatan politik praktis, baik legislatif dan bahkan pimpinan daerah maupun Ormas. (MARINI/Y)









