BORNEONEWS, Palangka Raya - Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) DR Muhammad Yusuf menjelaskan manfaat dari ujian tugas akhir baik itu S1-S2 memberikan calon lulusan UMPR memiliki pemahaman yang sama dengan kampus untuk menilai wawasan, pengetahuan, kemampuan, dan kedalaman akademik yang dimiliki seorang mahasiswa.
Tidak hanya itu juga, sidang tugas akhir adalah aktivitas ilmiah proses berfikir, kepedulian terhadap lingkungan yang di analisis dan mengatasi keadaan. Sidang tugas akhir juga katanya, salah satu dari rangkaian proses mahasiswa dalam mencapai kelulusan.
"Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa akan melakukan presentasi skripsi maupun tesis yang telah dikerjakan. Dalam ujian skripsi maupun tesis, umumnya mahasiswa mempresentasikan penelitiannya di hadapan dosen penguji," katanya, Senin 10 Juni 2024.
Sebagai informasi katanya, lulusan sarjana sampai magister UMPR pada 2024 Yudisium tahap I berjumlah kurang lebih 1.900 mahasiswa.
Kemudian Yudisium tahap II yang diselenggarakan Juli diperkirakan kurang lebih 1.000 lebih mahasiswa, sehingga total yang akan diwisuda bulan Oktober mendatang sekitar 2.500 mahasiswa.
"Sidang akhir maupun tesis dapat dikatakan juga sebagai ujian dari mata kuliah yang berbobot 6 SKS. Setelah melakukan presentasi, mahasiswa akan mendapatkan masukan dan saran dari dosen penguji yang ke depannya akan menjadi revisi lanjutan," jelasnya.
--page
Kampus dengan jargon UMPR Menyapa ini sebagai salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Kalimantan Tengah yang menghasilkan lulusan-lulusan terbaik setiap tahunnya turut berupaya mempersiapkan para alumninya bisa bermanfaat dan bekerja di masyarakat. (MARINI/R)









