BORNEONEWS, Sampit - Menjelang Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan kurban di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) justru lesu dibanding tahun lalu.
"Kalau untuk tahun ini dibanding tahun lalu agak kurang (penjualannya) dilihat dari omset pemasaran," kata salah satu pedagang sapi di Jalan HM Arsyad, Masrani, Selasa, 11 Juni 2024.
Hal tersebut sudah nampak sejak awal lapak dadakannya dibuka. Sehingga dirinya mengurangi pasokan sapi yang didatangkan dari Sulawesi.
Idul Adha tahun lalu dirinya berani mendatangkan 400 ekor sapi dan hanya tersisa 12 ekor sapi. Sementara tahun ini menurun hanya mendatangkan 250-300 sapi dari Sulawesi.
Ia menduga, lesunya penjualan hewan kurban tahun ini karena Hari Raya Idul Adha bertepatan dengan tahun ajaran baru. Sehingga masyarakat fokus mengerahkan keuangannya untuk anak-anak sekolah.
--page
Apapun sapi yang ia pasarkan berkisar harga Rp 17,5 juta hingga Rp 40 juta dengan bobot daging 65-200 kg. Ia mengaku hingga H-7 hari raya kurban baru 80 persen sapi yang laku.
Keresahan menurunnya penjualan sapi kurban juga dirasakan penjual sapi dadakan di depan Kantor Dinas SDABMBKPRKP Kotim. Pemiliknya bernama Daeng Beta mengaku telah berjualan sapi selama 8 tahun di lokasi tersebut.
"Kondisi penjualan tahun ini berbeda tahun lalu, kali ini agak lesu penjualannya biasanya akhir-akhir seperti ini sudah 90 persen terjual ini baru sekitar 60 persen," ujar Daeng.
Ia menduga faktor ekonomi membuat daya beli masyarakat turun tahun ini. Bahkan H-7 Hari Raya Idul Adha belum ada tanda-tanda penjualannya meningkat. Hanya 1 atau 2 orang mampir sekedar bertanya mengenai sapi-sapi yang ia jual.
"Mudah-mudahan dari Gubernur dan Bupati ada toleransi dengan pengusaha kecil agar membantu penjualan kami. Tahun lalu banyak dari dinas-dinas yang membeli di lapak kami, namun sekarang sepertinya berkurang," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









