BORNEONEWS, Kotim - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menargetkan mampu swasembada beras tahun ini. Target itu akan tercapai dengan menambah luasan tanam padi dari musim Oktober-Maret hanya 24.000 hektare meningkat menjadi 27.000 hektare dimusim tanam April-September.

“Luas tanam Oktober-Maret sekitar 24.000 hektare. Saat luas tanam 23.000 hektare, kita cuma kekurangan beras sekitar 4.500 ton. Kalau musim tanam April-September bisa, maka terlampaui,” kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kotim, Made Dikantara, Senin (6/6/2016).

Made mengaku, musim tanam April-September masih bisa dimaksimalkan karena potensinya sangat besar. Jika bisa direalisasikan hingga 27.000 hektare sehingga produksi padi mencapai 100.000 ton, sudah dipastikan daerah ini swasembada beras karena kebutuhan saat ini hanya 86.000 ton.

Untuk meningkatkan produksi padi, pemerintah daerah masih mengandalkan ekstensifikasi yakni perluasan areal tanam. Tahun ini Kotim melakukan cetak sawah baru 200 hektare, yakni di Lempuyang 100 hektare bekerja sama dengan TNI, kemudian di Kecamatan Mentaya Hulu 50 hektare dan Telaga Antang 50 hektare.

Untuk meningkatkan produksi padi, pemerintah tidak hanya mengandalkan petani sawah saja. Tetapi juga petani padi lading. Diperkirakan luasan tanam padi lading pada musim tanam Okmar mencapai puluhan hektare.

“Untuk tanam padi ladang ini banyak di wilayah tengah dan utara, seperti, Ketapang, Baamang, Kotabesi, Cempaga dan beberapa kecamatan lain di wilayah utara,” ujar Made.

Terkait kendala yang dihadapi petani saat ini, di antaranya serangan hama, Made menyebut kondisi ini dampak kemarau panjang sebelumnya. Akibatnya ledakan hama juga terjadi sehingga sulit dihindari. “Tapi kita atasi bersama masyarakat dengan membantu obat-obatan. Ini memang sering terjadi dan kita berusaha membantu semaksimal mungkin,” katanya.

Made selalu optimistis Kotim mampu mewujudkan swasembada beras pada 2016. Sebab, dari hasil panen yang sekarang terus dilakukan petani di wilayah Selatan Kotim, hasilnya cukup membanggakan. Satu hektare mencapai 5-6 ton gabah kering. (RAFIUDIN/N).