BORNEONEWS, Sukamara - Sulitnya mendapatkan pinjaman permodalan dari pihak perbankan menjadi keluhan petani karet di Kabupaten Sukamara. Para petani karet berharap pemerintah daerah membantu untuk mempermudah mendapatkan pinjaman permodalan agar pengelolaan kebun karet lebih maksimal.
Sukirno, salah satu petani karet mengatakan, untuk membiayai pengelolaan dan pemeliharaan kebun karet dan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, petani karet di wilayah perkebunan Limau Kuit, Sukamara membutuhkan modal cukup besar. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut pihaknya harus menunggu hasil penjualan karet yang menyesuaikan waktu panen karet.
“Untuk satu kali panen atau satu kali penjualan biasanya membutuhakn waktu satu bulan sekali sehingga petani bergantung dari hasil penjualan untuk membiayai pemeliharaan kebun, selain itu hasil penjualan juga dipergunakan untuk membiayai kebutuhan hidup,” kata Sukirno, Senin (6/6/2016).
Sukirno berharap ke depan dengan bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukamara ada kemudahan yang diberikan pihak perbankan untuk memberikan pinjaman terhadap petani karet, karena selama ini pengajuan pinjaman yang dilakukan masih sulit didapatkan petani karet.
“Jika pedagang bisa mendapatkan pinjaman dari perbankan, maka kami juga berharap agar petani karet bisa mendapatkan pinjaman,” ujar Sukirno. (MG-13/N).








