PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Suyuti Syamsul mengatakan, infeksi HPV atau human papillomavirus dapat menyebabkan infeksi di permukaan kulit, serta berpotensi menyebabkan kanker serviks.

"Gejala infeksi virus ini ditandai dengan tumbuhnya kutil pada kulit di berbagai area tubuh, seperti lengan, tungkai, mulut, serta area kelamin," katanya, Rabu, 12 Juni 2024.

Jelasnya, infeksi virus HPV bisa menular melalui kontak langsung dengan kulit atau hubungan seks dengan penderita. Infeksi virus HPV sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, pada beberapa kasus, virus ini dapat bertahan hingga menimbulkan gejala berupa tumbuhnya kutil di permukaan kulit, seperti di lengan, tungkai, wajah, dan kelamin. 

"HPV adalah infeksi virus yang paling umum pada saluran reproduksi. Sebagian besar wanita dan pria yang aktif secara seksual akan terinfeksi pada suatu saat," bebernya.

Katanya, terdapat 4 vaksin yang telah diprakualifikasi oleh WHO, semuanya melindungi terhadap HPV tipe 16 dan 18, yang diketahui menyebabkan setidaknya 70 persen kanker serviks. 

--page

"Ada Vaksin 9-valen melindungi terhadap 5 jenis HPV onkogenik tambahan, yang menyebabkan 20 persen lebih lanjut kanker serviks. Dua vaksin juga melindungi terhadap HPV tipe 6 dan 11, yang menyebabkan kutil anogenital," terangnya.

Jelasnya, pihaknya saat ini sedang memprogramkan upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas program P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit). Adapun yang terkait dengan pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yaitu Penyakit Tidak Menular (PTM), Penyakit Menular, dan Surveilans Imunisasi. 

"Kami juga melakukan pendekatan strategis untuk menurunkan beban PTM adalah peningkatan upaya promotif dan preventif melalui pembudayaan GERMAS, pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian faktor risiko PTM, dan peningkatan aksi multisektoral," tandasnya. (MARINI/H)