SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Penjabat Bupati Sukamara Kaspinor mengatakan, beberapa hasil identifikasi potensi akses melalui kegiatan penataan akses di Kabupaten Sukamara memerlukan kerjasama semua stakeholder.

“Kerjasama ini untuk dapat menumbuhkan potensi yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sukamara,” ucap Kaspinor pada Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria di aula Bappeda Sukamara, Rabu,12 Juni 2024.

Dia menjelaskan, hasil identifikasi potensi akses yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukamara ada dua, yang pertama sektor perkebunan, pertanian, peternakan dan perikanan pada tahun 2023. 

“Hasil perkebunan yang paling besar berada di kecamatan balerian dengan jumlah 82.827 ton, hasil pertanian paling besar berada di kecamatan Sukamara dengan jumlah 411 ton, hasil peternakan paling besar berada di kecamatan pantai lunci dengan jumlah 282.894 ekor, dan hasil perikanan paling besar berada di kecamatan Sukamara dengan jumlah 1.509.133 kilogram,” ujarnya.

Kemudian untuk sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Sukamara berupa wisata alam dan wisata budaya yaitu  Pantai Tanjung Nipah di Kecamatan Pantai Lunci, Bukit Jelungga di Kecamatan Balai Riam, air terjun Bukit Arahan di Kecamatan Permata Kecubung, Betawakan di Kecamatan Sukamara dan Peserta Laut di Kecamatan Jelai.

--page

“Saya berharap di tahun 2024 ini menjadi momentum yang tepat bagi kita untuk dapat meningkatkan sinergi, komitmen serta upaya strategis dalam percepatan penyelenggaraan reforma agraria dalam tatanan kehidupan baru berbasis agraria, guna menyukseskan program reforma Agraria,” tuturnya.

Selain itu, dengan dukungan penuh dari semua baik Pemerintah Kabupaten, tim gugus tugas reforma Agraria Kabupaten sukamaraku mas semesta folder terkait, pihak ketiga semua perusahaan dunia perbankan, melalui wadah GTRA kedepannya dapat lebih meningkatkan taraf kehidupan dan perekonomian warga masyarakat di Kabupaten Sukamara. (NORHASANAH/H)