PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng mengingatkan beberapa rekomendasi dari badan kesehatan dunia (WHO) terkait target mengakhiri Tuberkulosis (TBC).

“Dalam memenuhi target The End TB Strategy, WHO merekomendasikan beberapa hal, antara lain yaitu penggunaan alat molekuler diagnostik TBC yang harus tersedia untuk semua orang dengan gejala TBC,” ungkap Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul dalam pertemuan di Palangka Raya.

Selain itu, Suyuti menyebutkan rekomendasi lain dari badan kesehatan dunia, semua pasien TBC yang telah terkonfirmasi bakteriologis harus dilakukan pemeriksaan uji kepekaan TBC.

Ia menjelaskan uji kepekaan tersebut setidaknya untuk mengetahui resistansi terhadap obat rifampisin (R) dan Fluoroquinolone (FQ).

Program Nasional penanggulangan TBC secara resmi menggunakan tes cepat molekuler (TCM) sebagai alat diagnosis utama.

TCM telah mengalami perkembangan baik dari segi sensitivitas dan reliabilitas sehingga dapat diposisikan untuk mendeteksi lebih banyak type resistensi kuman TBC terhadap berbagai golongan antibiotik.

--page

Langkah tersebut dapat digunakan setara dengan pemeriksaan LPA ( Line probe assay) untuk lini 1 dan lini 2, dengan begitu dapat mempersingkat waktu pelayanan laboratorium khususnya pada pasien TBC RO. (HERMAWAN DP/R)