SERUYAN –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Sejumlah desa di Kabupaten Seruyan mulai mengadopsi teknologi bioflok dalam budidaya ikan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Di Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, teknologi ini telah diterapkan dengan pembangunan sebanyak 15 kolam bioflok. Sementara itu, Desa Pematang Panjang juga telah membentuk tiga kelompok budidaya ikan yang menggunakan sistem bioflok.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan, Halidah, menyatakan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan kepada kelompok-kelompok budidaya di berbagai desa untuk mengembangkan teknologi ini.

 "Setiap desa bisa memanfaatkan anggaran ketahanan pangan mereka untuk pengembangan budidaya ikan, dan kami siap membantu serta melakukan pendampingan," katanya, Kamis, 13 Juni 2024.

Teknologi bioflok memiliki beberapa keunggulan, salah satunya adalah mengurangi biaya operasional pembudidaya, terutama dalam hal pakan.

--page

"Apabila penumbuhan floknya bagus, waktu pembesaran ikan bisa diatur sehingga lebih efisien," tambah Halidah.

Kemudian, Dinas Perikanan Seruyan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat  terhadap budidaya sistem bioflok sehingga bisa mengetahui apa saja kelebihan dari sistem budidaya ini, (FAHRUL/H)