BORNEONEWS, Buntok - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) gencar menggelar pasar murah dalam beberapa waktu terakhir.
Langkah ini dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menekan potensi inflasi saat menjelang hari raya Idul Adha 1945H.
"Pasar murah ini digelar sekaligus untuk menekan inflasi di wilayah Kalteng," sebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah (Kalteng), Nuryakin di Taman Iring Witu Buntok, Kamis, 13 Juni 2024.
Dikatakannya, menjelang hari besar keagamaan harga bahan pokok seringkali mengalami kenaikan sehingga daya beli masyarakat berkurang serta dapat menimbulkan inflasi.
“Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri menginstruksikan agar segera melakukan pasar murah,” imbuhnya.
--page
Sebagai informasi, inflasi Kalteng berdasarkan rilis resmi BPS Kalteng pada awal Juni 2024 mencatatkan angka 2,72 persen inflasi year on year (y-on-y) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,96 pada Mei 2024.
Inflasi tertinggi terjadi di Sampit sebesar 3,25 persen dengan IHK sebesar 106,47 dan terendah terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 2,10 persen dengan IHK sebesar 107,77. (HERMAWAN DP/j)









