BORNEONEWS, Palangka Raya - Hingga kini kondisi bundaran Juang Kota Palangka Raya masih saja tak beres. Genangan dalam bundaran, masih saja sulit teratasi. Dalam bundaran yang difungsikan taman itu, seharusnya cepat kering meski terkena hujan, karena banyak tanaman penghias berada di sana.
Penanganan bundaran, jauh hari sudah disuarakan banyak kalangan, termasuk dari pihak DPRD. Apalagi memang, bundaran itu persis di depan tiga rumah jabatan pimpinan DPRD Kota Palangka Raya yaitu Ketua DPRD dan dua Wakil Ketua DPRD. Namun kenyataannya masih belum tuntas.
Pantauan Borneonews, Senin (6/6/16), di tengah bundaran masih banyak genangan. Diperkirakan genangan itu sisa hasil peristiwa banjir yang mengepung Kota Cantik ini sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi. Genangan itu merembes keluar bundaran membasahi ruas jalan yang melingkupi bundaran tersebut, tampak jalan beraspal itu selalu basah, tapi genangan tak kunjung surut.
“Sudah dilubangi (bundaran itu) untuk aliran air dari genangan, tetapi tetap saja seperti itu,” cerita Ketua DPRD Sigit K Yunianto ikut membenarkan, saat dihubungi Borneonews, Senin (6/6/2016).
Rujab Sigit yang tak jauh dari bundaran itu, membuat ia hafal betul kondisi Bundaran tersebut pasca di rehab tahun lalu. Ia turut menyesalkan hasil pekerjaan yang tidak cukup bisa diandalkan itu. Entah kesalahan desain atau kesalahan teknis pekerjaan, ia tidak terlalu masuk ke alasan teknis tersebut.
“Yang jelas harus dibenahi, supaya ada pembuangan yang bisa mengatasi genangan. Yang ada itu terlalu kecil,” tukasnya.
Ungkapan Sigit mendapat dukungan. Salah satu warga yang sering melintas di area itu baik untuk kegiatan joging atau atau keperluan lainnya, Ferry, mengaku menyayangkan kesigapan aparatur pemerintah terkait. Ia menyesalkan jika tidak segera diperbaiki sistem drainasenya.
“Sayang tanaman yang di dalam bundaran bisa layu karena kelamaan terus digenangi air,” katanya. (ROZIKIN/m)








