BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Gubernur (Wagub), Kalimantan Tengah (Kalteng), Habib Said Ismail menyayangkan pemberitaan tentang dirinya yang mudah dipelintir oleh media massa. Salah satu keheranannya adalah kritiknya terhadap APBD, malah dipelintir menjadi menyalahkan pemerintahan gubernur dan wakil gubernur Kalteng 2005-2015, Agustin Teras Narang-Achmad Diran.

Mantan anggota DPD RI ini menjelaskan, perencanaan anggaran yang dia sebut amburadul adalah APBD 2016. Sementara gubernur dan wakil gubernur Teras-Diran, melepaskan jabatannya pada 4 Agustus 2015.

"Makanya aku bilang perencanaanya yang amburadul bukan pemerintahannya. Dan ini semua adalah kesalahan Dispenda karena menetapkan target overestimate," kata Wagub Kalteng dalam acara buka puasa bersama di Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Gubernur, Jalan Thamrin Palangka Raya, Senin (6/6/2016).

Habib menunjukkan lampiran APBD yang dia sebut kacau adalah karena adanya defisit mencapai Rp400.765.751.130. Angka defisit paling besar disumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dengan nilai Rp284.562.951.000.

Dalam kesempatan itu, Wagub Kalteng juga menjelaskan, dia dan Gubernur Sugianto Sabran sedang berupaya menekan angka defisit tersebut. Adapun caranya, dengan menggali sumber-sumber PAD Kalteng.

Habib menambahkan, kacaunya anggaran Kalteng 2016 terlihat pada banyaknya program yang dibintangi. "Mata anggaran yang dibintangi pada Januari 2016, artinya mereka saja merasa tak ada anggaran untuk program itu," tukas dia.

Wagub menegaskan, seperti yang disampaikan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan dirinya saat kampanye lalu, mereka akan melanjutkan sejumlah program Teras-Diran. Sebagai contoh program Kalteng Barigas dan Kalteng Harati.

Ia pun menyayangkan komentar sejumlah pihak akibat dari pemberitaan tersebut. Dia pun berharap berita yang beredar dapat diklarifikasi. (RONI SAHALA/B-10)