BORNEONEWS, Palangka Raya - Setiap kali memasuki bulan suci Ramadan, sejumlah titik diplot pemerintah kota (Pemkot) Palangka Raya untuk tempat gelar pasar Wadai. Fasilitasi dilakukan oleh dinas koperasi perindustrian dan perdagangan (Diskoperindag). 

Pembukaan Pasar Wadai Ramadhan 1437 H secara terpusat dilakukan kemarin, ditandai dengan pemotongan pita persis di depan pintu masuk pasar wadai, Senin (6/6), di kawasan Jalan AIS Nasution Palangka Raya.

Pemotongan pita yang dilakukan Wali Kota Palangka Raya, Riban Satia bersama istrinya Norlaina, Wakil Wali Kota, Mofit Saptono Subagio beserta istrinya Trisnawidyanti,Wakil Ketua DPRD kota ida Ayu Nia Anggraini, didampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), serta pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)Pemkot Palangka Raya. 

Riban menyebut, Pasar Wadai Ramadan merupakan suatu tradisi turun temurun yang selalu dihadirkan di Kota Cantik Palangka Raya pada saat memasuki setiap puasa tiba. Makanan atau wadai yang dijual pun banyak yang  khas Kalteng. Karena sangat tinggi keanekaragama kuliner yang disuguhkan, mmenjadi daya tarik tersendiri bagi warga.

"Saya tidak tahu kapan tradisi ini dulu dimulai. Tapi kita melanjutkan atau memelihara tradisi ini dengan baik, sebab ini menjadi daya tarik kita," kata Riban.

Menurut dia, keberadaan pasar wadai ramadan selain memudahkan masyarakat dalam menjalankan kebutuhan konsumsi selama ibadah puasa, terutama  membantu melengkapi hidangan waktu berbuka puasa. Pasar wadai dinilai memberikan andil dalam meningkatkan kerukunan umat beragama, dimana umat non muslim pun bisa memanfaatkan pasar wadai ramadhan untuk berbelanja berbagai makanan dan minuman.

"Ini mampu mengangkat tingkat ekonomi masyarakat. Karenannya ini perlu dipertahankan. Yang perlu digarisbawahi adalah agar para pedagang ingat menjaga kebersihan dan ketertiban," ia mewanti.

Selanjutnya yang terpenting juga, imbaunya, pedagang harus tetap memperhatikan mutu serta higienis  makanan yang dijual, sehingga masyarakat tetap terjaga kesehatannya pada saat menjalankan ibadah puasa.

Sementara Kepala Diskoperindag Kota, Sahdin Hasan merinci titik-titik pasar ramadan di Kota cantik tahun ini, antara lain di Jalan Tjilik Riwut (Pasar Kahayan) dan Km 8 ( eks Terminal), Pasar Rajawali, Komplek Pahandut  di Jalan Bali, Jalan G Obos (Komplek IAIN), Komplek perumahan di Jalan Menteng, di Jalan Yos Sudarso (Komplek Masjid Shalahudin UNPAR). Bahkan ada juga di sejumlah kelurahan-kelurahan luar kawasan kota seperti di Kereng Bangkirai, Tangkiling, dan lainnya.

"Seperti tahun sebelumnya sejumlah pasar ramadan akan ditemui pada sejumlah kawasan Kota Palangka Raya, dan tidak jauh beda pada dengan titik-titik yang sama saat pasar ramadan tahun-tahun sebelumnya," kata Sahdin.

“Bahkan ada kecenderungan hampir setiap kawasan pemukiman penduduk, ada akses mudah mendapatkan ada pasar ramadan tersebut,” tambah dia.

Sama dengan Riban, tujuan yang tak kalah penting menurut Sahdin adalah menumbuhkan semangat usaha sekaligus pemberdayaan usaha baru guna mendukung peningkatan perekonomian masyarakat. Disisi lain, selain pasar wadai ramadan yang disiapkan Pemkot,juga akan ada stand atau lapak yang disiapkan secara swadaya atau mandiri oleh masyarakat komplek pemukiman. (ROZIKIN/m)