KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas sebelumnya telah mengirimkan beberapa orang pegawainya dari latar belakang profesi tenaga kesehatan yang berbeda, dalam rangka mengikuti penilaian tenaga kesehatan teladan tahun 2024.

Salah satu pegawai yang berprofesi fisioterapis berhasil melanjutkan seleksi Nakes teladan mewakili Kalimantan Tengah ke tahapan tingkat Nasional, dan juga sudah dilaksanakan kunjungan penilaian oleh Tim Penilai Nakes Teladan Provinsi Kalimantan Tengah, belum lama ini.

Berdasarkan hasil penilaian tahapan sebelumnya tingkat provinsi yang dilaksanakan di Palangka Raya, tenaga kesehatan yang terpilih dari RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas adalah Herlina Yanuarti, S.Tr.Kes, Ftr yang bertugas di Instalasi Rehabilitasi Medik (Ruang Fisioterapi) RSUD setempat.

Perempuan yang akrab disapa Herlina ini selaku tenaga kesehatan yang diuji/dinilai, menyampaikan presentasi materi inovasi terkait transformasi layanan deteksi dini gangguan motorik bayi dengan judul "Gemoy" yang merupakan singkatan dari gerakan motorik bayi.

Dalam pelaksanaan inovasi Gemoy ini, dijelaskannya jenis-jenis keterlambatan dan latihan motorik pada bayi yang dapat diterapi, antara lain keterlambatan gerak menghisap, keterlambatan gerak pada lengan, keterlambatan gerak pada tungkai, keterlambatan gerak pada kepala.

--page

Lalu, keterlambatan gerak miring kanan-kiri, keterlambatan gerak tengkurap, keterlambatan gerak merangkak, keterlambatan gerak duduk, keterlambatan gerak berdiri, keterlambatan gerak berjalan.

"Inovasi yang dapat diupayakan antara lain pemberian edukasi melalui website yang dapat diakses oleh masyarakat umum dirumah secara mandiri (https://rsud-soemarno.go.id/gemoy), penyediaan bahan edukasi di tempat atau ruang tunggu pendaftaran pasien seperti leaflet atau brosur," katanya, Sabtu, 15 Juni 2024.

Kemudian, membuat jalur konsultasi melalui nomor WA secara langsung pada jam pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik. 

"Semoga inovasi ini bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Kapuas," pungkasnya. (DODI/j)