SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor kembali mengingatkan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah beserta jajaran agar jangan menggeser anggaran sehingga berimbas kepada gaji pegawai tertunda.

"Saya ingatkan kembali karena kemarin saya mendengar ada laporan bahwa ada dinas yang tidak gajian tenaga kontraknya," kata Halikinnor, Rabu, 19 Juni 2024.

Ia mengingatkan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk betul-betul memperhatikan hal itu.

Dirinya sudah beberapa kali menginstruksikan agar gaji, TPP insentif dan gaji tenaga kontrak jangan sampai terlambat.

"Kalau masih ada lagi terlambat berarti di dinas atau BKAD, saya ingatkan lagi saya lebih baik menunda pekerjaan fisik atau program lain daripada menunda hak pegawai," ujarnya. 

Dia menerima laporan bahwa ada dinas yang terlambat membayar hak pegawai karena menggeser anggaran. Sehingga dirinya kembali menegaskan agar tidak ada lagi gaji atau TPP yang terlambat, kecuali memang karena kesalahan yang bersangkutan.

--page

"Sudah sampaikan kita telah melunasi semua beban kita kepada pihak ketiga bahkan untuk dinas pendidikan dan dinas kesehatan kita membuat kebijakan absensi untuk daerah-daerah yang memang Sinyalnya kurang agar tidak terlambat dan tetap menerima haknya," imbuhnya. 

Kecuali TPP bukan hak tetapi penghargaan atas kinerja sehingga harus dipahami bahwa jika tidak tercapai otomatis TPP berkurang. (DEWI PATMALASARI/Y)