BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jelang musim kemarau tim terpadu pengendali kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menargetkan semua desa di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sebagai siaga api.
Ketua tim pengendali Karhutla, Komandan Kodim 1014/PBN Letkol infantri Wisnu Kurniawan menyebutkan, pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat desa dan merintis pemebentukannya.
"Targetnya saat datang musim kemarau semua desa sudah menjadi desa siaga api," ujar Wisnu, Selasa (7/6/2016).
Terkait target itu, kata Dandim, memang belum semua desa terbentuk sebagai desa siaga api. Namun dalam waktu dekat bakal terus digencarkan untuk pembentukannya. Khususnya wilayah desa yang terdapat potensi kebakaran tinggi harus segera dibentuk.
"Terpenting, memberikan kesadaran kepada masyarakat jika membakar lahan itu dilarang. Dengan begitu Karhutlah bisa diminimalisir," ujarnya.
Dalam beberapa kali melakukan sosialisasi, lanjut Wisnu, pihaknya tidak hanya melarang warga melakukan pembakaran. Namun pihaknya juga memberikan solusi untuk membuka lahan.
"Salah satunya dengan menggunakan bahan kimia dengan disemprot itu juga bisa. Sehingga tidak selalu dibakar," ujarnya.
Solusi lain, imbuh Dandim, yakni menggunakan alat berat, untuk membuka lahan yang luas. Memang untuk menggunakan alat berat ini cukup mahal dan biasanya dilakukan bagi perusahaan saja. (CR-1/m)








