BORNEONEWS, Sampit - Pedagang seragam di Sampit raup omset Rp50 juta per hari jelang tahun ajaran baru 2024/2025.
"Omset selama tahun ajaran baru ini Rp50 juta per hari, meningkat pesat dari hari biasa sekitar Rp7 juta," kata manager salah satu toko seragam di Pasar Berdikari Sampit Heni Sartika, Kamis, 20 Juni 2024.
Kondisi ramainya toko seragam sudah dirasakan sepekan terakhir. Hal itu sudah diprediksi setiap memasuki tahun ajaran baru pada bulan Juni-Juli.
Pada musim tahun ajaran baru, pihaknya mampu menjual lebih dari 200 seragam per harinya. Kondisi tersebut meningkat 4 kali lipat dari hari biasa dimana maksimal menjual 50 seragam.
Harga seragam ia jual tak mengalami kenaikan meski musim ramai pembeli. Seragam SD dibanderol harga Rp165 ribu hingga Rp175 ribu untuk 1 stel lengan panjang.
Sementara seragam SMP dan SMA dibanderol Rp185 ribu hingga Rp195 ribu. Seragam SMP dan SMA memiliki perbedaan ukuran tidak terlalu jauh sehingga harga relatif sama.
Selain seragam sekolah, pihaknya menjual perlengkapan pramuka dan memasuki bulan Agustus menyediakan baju karnaval bertema profesi seperti polisi, tentara, dan dokter kecil.
--page
"Pembeli kami mayoritas orang Sampit tetapi ada juga yang dari luar daerah seperti masyarakat yang bekerja di kebun sawit ada juga dari kabupaten lain Lamandau, PulangPisau, dan Pangkalan Bun," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









