PALANGKA RAYA – PEMERINTAH kota (Pemkot) Palangka Raya mendapat tudingan miring terkait tata kota ini, bahkan dinilai lalai. Tudingan itu datang dari Wakil Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Chrismes G Djaga. Ini menyusul kejadian banjir dan genangan air yang menimpa di hampir merata di sudut kota sejak Jumat malam hingga Sabtu pekan lalu.
Menurut dia, akar permasalahannya sudah jelas terpetakan. Yaitu kondisi drainase. Namun sayangnya, perbaikan atau tata kelola drainase tidak diperbaiki. Sementara perkembangan permukiman baru semakin menjamur bak tidak terkontrol. Akibatnya, dulu banyak kawasan resapan, kini semakin menyempit karena banyak ditumbuhi bangunan.
“Dulu kan saya pernah mengingatkan agar Pemkot membenahi drainase yang berada di dalam kota, lalu saluran keluarnya ke mana harus dikelola. Sebab kota ini Raya sering mengalami banjir ketika hujan turun dengan intensitas besar,” ungkap politisi Hanura ini, Selasa (7/6).
Itu artinya, sambung Chrismes, saluran drainase jarang dilakukan pembersihan, berakibat banyak tersumbat lalu menjadi dangkal. Belum lagi masalah ditutupnya beberapa drainase pertokoan yang disinyalir banyak disengaja. “Sehingga ketika hujan deras mencapai puncaknya seperti kemarin itu, tak sanggup menampung debit air, terjadilah luapan atau banjir hinggamasuk rumah,” tukasnya.
Ia juga menyarankan agar penataan saluran drainase yang besar maupun yang skala kecil di lingkungan perumahan. Namun ia kecewa, saat itu sepertinya kurang dihiraukan dinas terkait di lingkungan Pemkot. Ia justru berterima kasih dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kalteng yang sempat membantu memperbaiki beberapa saluran drainase.
“Pernah saya sarankan, tetapi waktu itu Pemkot tidak pernah mendengarkan apa yang kita sampaikan itu. Saya justru bertanya, mana peran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Perumahan dalam hal memelihara drainase yang sudah dangkal. Jangan hanya mengelola taman serta membangun bangunan yang kurang bermanfaat bagi masyarakat banyak,”
Sementara itu Walikota Palangka Raya kemarin sore saat pembukaan Pasar Wadai Ramadan mengatakan pihaknya prihatin terjadinya banjir yang merendam banyak titik di perumahan warga, yang tadinya tidak pernah masuk rumah kini malah mengalami musibah itu. Namun menurut Riban, kejadian parah seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga ke depan dijadikan koreksi jajarannya. (RZ/*)








