BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Mengosumsi atau menghisap rokok adalah perilaku yang sudah menjadi kebiasaan sehingga sulit dihentikan dikalangan masyarakat Indonesia, tak terkecuali Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar, Achmad Rois melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Jhonferi Sidabalok menyebutkan, bahwa presentasi perokok di Kabupaten Kobar terus meningkat.
"Dilihat dari indikator Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) perokok di Kobar sangat tinggi, yakni sekitar 87 persen. Artinya, banyak masyarakat kita di keluarganya yang merokok," sebutnya, Kamis, 20 Juni 2024.
Ia menyampaikan, tingginya angka perokok di Kabupaten Kobar ini tak lepas dari anak-anak yang tinggal satu rumah dengan keluarga, dimana anggota keluarganya seorang perokok aktif.
"Adanya persentase yang tinggi ini maka anak-anak di dalam sebuah keluarga itu pasti tau rokok. Akhirnya anak-anak penasaran dan meniru, baik secara sembunyi ataupun diketahui oleh orang tuanya," ujarnya.
--page
Lebih lanjut, Kabid P2P Dinkes Kobar menjelaskan, anak-anak sangat rentan mengikuti perilaku menghisap rokok sejak dini akibat melihat orang tua mereka merokok, banyaknya iklan rorok, hingga mudahnya akses membeli rokok di setiap toko kelontong.
"Kita perlu memperbanyak ruang tanpa rokok dan ketika di sekolah, tidak seharusnya memperlihatkan rokok kepada murid, sehingga pentingnya keterlibatan banyak stakeholder dalam rangka upaya pencegahan rokok terhadap anak, terutama orang tua," jelasnya. (NURITA/j)









