PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro mengatakan bahwa Nilai Tukar Petani atau NTP tanaman pangan di Kalteng mengalami penurunan.

"Pada Mei 2024, terjadi penurunan NTPP sebesar 1,11 persen," kata Eko pada Kamis, 20 Juni 2024.

Hal ini menurutnya terjadi karena indeks harga yang diterima petani atau It mengalami penurunan yang cukup besar 0,97 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani atau Ib justru mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen.

"Penurunan It pada Mei 2024 sebesar 0,97 persen disebabkan oleh penurunan kedua indeks harga penyusunnya yaitu, kelompok padi turun sebesar 0,93 persen dan kelompok palawija 1,68 persen," jelas Eko.

Penurunan indeks harga padi katanya disebabkan oleh stok gabah di petani yang cukup banyak karena musim panen yang sedang berlangsung di Kabupaten Kotawaringin Timur, Katingan, dan Barito Timur.

--page

"Sementara itu, penurunan indeks harga palawija disebabkan oleh turunnya indeks harga pada komoditas ketela pohon," bebernya.

Kenaikan Ib pada Mei 2024 sebesar 0,13 persen, katanya, disebabkan oleh kenaikan dua indeks penyusunnya, yakni indeks kelompok konsumsi rumah tangga atau KRT sebesar 0,16 persen dan indeks kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM sebesar 0,03 persen," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/H)