PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat atau NTPR Provinsi Kalimantan Tengah mengalami penurunan akibat turunnya indeks harga hasil produksi kelapa sawit.

"Tanaman perkebunan rakyat merupakan subsektor andalan di Kalimantan Tengah," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Kamis, 20 Juni 2024.

NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat pada Mei 2024 menurut Eko mengalami penurunan sebesar 0,40 persen dibanding April 2024, dari 143,90 menjadi 143,32.

"Penurunan ini disebabkan oleh indeks yang diterima atau It mengalami penurunan sebesar 0,32 persen," tuturnya.

Sebaliknya, kata Eko, indeks yang dibayar atau Ib justru mengalami kenaikan sebesar 0,07 persen.

--page

"Penurunan It pada Mei 2024 disebabkan oleh turunnya indeks harga hasil produksi pada kelompok tanaman perkebunan rakyat yakni kelapa sawit," bebernya.

Komoditas kelapa sawit menurut Eko mengalami penurunan harga dikarenakan turunnya harga minyak mentah dunia dan turunnya impor dari India dan China yang cenderung lebih memilih mengimpor minyak nabati dengan harga yang lebih murah ketimbang minyak mentah.

"Adapun Ib subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami kenaikan dari 126,59 pada April 2024 menjadi 126,68 pada Mei 2024," jelasnya.

Kenaikan yang terjadi pada Ib sebesar 0,07 persen kata Eko disebabkan oleh kenaikan dua indeks penyusunnya, yakni indeks kelompok KRT sebesar 0,07 persen dan indeks kelompok BPPBM sebesar 0,11 persen. (TESTI PRISCILLA/H)