BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro mengatakan pada Mei 2024 terjadi kenaikan NTNP sebesar 0,60 persen.
"Hal ini disebabkan karena indeks yang diterima atau It perikanan mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen, lebih tinggi dari kenaikan indeks yang dibayar atau Ib perikanan yang hanya sebesar 0,03 persen," kata Eko pada Jumat, 21 Juni 2024.
Kenaikan It subsektor perikanan disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pada kelompok perikanan tangkap sebesar 0,63 persen dan kelompok budidaya sebesar 0,64 persen.
"Nilai Tukar Nelayan atau NTN pada Mei 2024 mengalami peningkatan sebesar 0,61 persen. Peningkatan ini disebabkan karena kenaikan It sebesar 0,63 persen yang lebih tinggi dibanding kenaikan Ib yang hanya sebesar 0,02 persen," tutur Eko.
Kenaikan It menurutnya disebabkan oleh kenaikan indeks harga produksi pada semua kelompok, yakni kelompok penangkapan perairan umum seperti baong dan lais sebesar 0,80 persen dan kelompok penangkapan laut seperti rajungan sebesar 0,45 persen.
"Adapun kenaikan Ib sebesar 0,02 persen didominasi oleh naiknya salah satu indeks penyusunnya yaitu, indeks kelompok konsumsi rumah tangga atau KRT sebesar 0,05 persen," katanya.
Sementara itu untuk Nilai Tukar Pembudidaya Ikan atau NTPi sama halnya dengan NTN pada Mei 2024 juga mengalami kenaikan nilai tukar sebesar 0,56 persen.
"Hal ini disebabkan karena indeks harga yang diterima pembudidaya ikan mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar pembudidaya ikan sebesar 0,08 persen," jelas Eko.
Eko menjelaskan bahwa kenaikan It disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pada kelompok budidaya air tawar seperti patin, mas/karper, dan jelawat sebesar 1,08 persen "Sementara itu, kelompok budidaya air payau tercatat stabil," katanya.
--page
Sementara itu, lanjutnya, meningkatnya Ib sebesar 0,08 persen disebabkan oleh kenaikan dua indeks penyusunnya, yaitu indeks kelompok KRT sebesar 0,06 persen dan indeks kelompok BPPBM 0,13 persen.(TESTI PRISCILLA/R)









