BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani Peternakan atau NTPT Provinsi Kalimantan Tengah mengalami penurunan selama Mei 2024.
"Subsektor peternakan mengalami penurunan nilai tukar pada Mei 2024 sebesar 0,56 persen," kata Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro pada Jumat, 21 Juni 2024.
Hal ini menurut Eko terjadi karena pada tingkat peternak, indeks yang diterima atau It mengalami penurunan sebesar 0,50 persen sedangkan indeks yang dibayar atau Ib justru mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen.
"Penurunan It pada Mei 2024 disebabkan oleh turunnya indeks harga pada dua kelompok, yakni kelompok unggas seperti ayam ras pedaging, ayam kampung/buras, dan itik/bebek sebesar 1,04 persen serta kelompok hasil ternak seperti telur ayam ras dan telur itik/bebek sebesar 2,03 persen," jelas Eko.
Sebaliknya kenaikan justru terjadi pada dua kelompok lainnya, yakni kelompok ternak besar seperti sapi potong dan kerbau sebesar 0,52 persen, serta dan kelompok ternak kecil yakni kambing dan babi sebesar 1,53 persen.
--page
"Sementara itu, Ib pada NTPT mengalami peningkatan sebesar 0,05 persen yang disebabkan oleh kenaikan dua indeks penyusunnya, yakni indeks kelompok konsumsi rumah tangga atau KRT sebesar 0,08 persen dan indeks kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM sebesar 0,02 persen," jelasnya.(TESTI PRISCILLA/R)









