BORNEONEWS, Palangka Raya - Libur sekolah telah tiba, terutama bagi siswa Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak. Libur panjang yang telah dimulai pekan lalu hingga 8 Juli 2024 mendatang tentu memberi beberapa dampak kepada anak-anak, salah satunya kebosanan.
Tapi hal ini tidak terlihat dari wajah anak-anak yang mengisi waktu luang liburan dengan melakukan aktivitas berenang.
Sejak pukul 09.00 WIB puluhan anak-anak sudah tampak mengisi kolam-kolam pada Kolam Renang Kykila yang ada di Kota Palangka Raya pada Jumat, 21 Juni 2024.
"Baru mulai libur itu padahal tanggal 15 Juni kemarin anak saya bagi raport di SD, tetapi sekarang sudah bilang bosan tidak ada kegiatan. Makanya saya ajak berenang saja," kata salah seorang Orangtua, Agung kepada Borneonews.
Menurut Agung, agak susah membawa anaknya berlibur lantaran dirinya pun masih menjalani rutinitas pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.
"Karena kerja juga kan, tidak bisa keluar kota untuk berlibur atau pulang kampung. Makanya saya ajak berenang saja, karena ke Playground sudah beberapa kali sejak liburan dimulai," tutur Agung lagi.
Masa liburan yang cukup panjang hingga 8 Juli 2024 mendatang membuat Agung harus memutar otak mencarikan aktivitas untuk dilakukan anaknya namun tidak terlalu menguras dompet.
"Anak liburan kan gaji tidak berubah kan, makanya kita putar otak bagaimana anak-anak tetap happy berlibur tapi kantong kita juga tidak jebol. Berenang ini kan hanya Rp15.000 hari Jumat ini, mungkin hari lain atau di tempat lain hanya Rp20.000-25.000 ya, tapi kan tetap terjangkau. Anak-anak bisa main sepuasnya tanpa batasan waktu, kita juga bisa nyambi kerja," tuturnya lagi.
Memang pantauan Borneonews tidak sedikit anak-anak usia SD yang menikmati waktu liburan di kolam renang yang berada di Jalan Tingang, Kota Palangka Raya ini. Wahana bermain anak khas kolam renang pun tersedia, mulai dari seluncuran berbagai ukuran, ketinggian dan bentuk, hingga air mancur dan guyuran air berbagai volume.
Psikolog dan juga Dosen Universitas Palangka Raya, Cahaya Afriani Napitupulu mengapresiasi para orang tua yang memilih membawa anaknya berenang untuk mengisi waktu liburan.
--page
"Bagus ya, orang tua bisa menciptakan aktivitas fisik sehingga anaknya tidak hanya main gawai selama liburan. Selain akan menciptakan aktivitas fisik, mengurangi bermain gawai, akan tercipta kenangan dan kedekatan antara orang tua dan anak," tutur Cahaya. (TESTI PRISCILLA/j)









