BORNEONEWS, Palangka Raya - Kasus Kanker penis yang sedang ramai diperbincangkan di Eropa, juga sudah merembet masuk ke Kalimantan Tengah (Kalteng).
Penyakit ini paling rentan menyerang pria yang belum atau tidak sunat. Penile cancer atau kanker penis adalah jenis kanker yang terjadi pada organ reproduksi pria, yaitu penis.
Kanker ini biasanya mulai muncul pada sel kulit penis (skuamosa), terutama di sekitar area kulup atau kepala penis.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul menyebut, penyakit serius ini bisa dialami oleh pria segala usia.
Sebanyak kurang lebih 90 persen kasus kanker penis berawal dari sel kanker yang tumbuh pada jaringan skuamosa pada penis, terutama di area kulup atau kepala penis.
--page
"Semua usia bisa saja kena kanker penis. Sunat cukup membantu mencegah," ujarnya, kepada Borneonews, Jumat, 21 Juni 2024.
Kasus kanker penis di Kalteng menurut dia, ada tapi jumlahnya tidak banyak.
"Untuk di Kalimantan Tengah ada, tapi jarang terjadi," terangnya.
Samsul menyatakan, penis yang tidak disunat memicu terjadinya penumpukan smegma atau zat kental pada kulup penis.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan penis mengalami iritasi hingga infeksi yang menjadi salah satu faktor risiko kanker. (MARINI/j)









