BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pegadaian Pangkalan Bun memiliki solusi bagi warga yang ingin memiliki emas ataupun berinvestasi emas. Caranya, menjadi nasabah dan menabung emas. Cara itu dianggap sebagai jalan keluar dari harga emas yang terus melambung, di tengah keinginan memiliki perhiasan emas.
"Dengan menabung Rp6 ribu per minggu, nasabah sudah mendapatkan 0,01 gram emas bersertifikat. Ini kesempatan baik untuk masyarakat yang ingin berinvestasi," kata Pimpinan Cabang Pegadaian Pangkalan Bun, Gusti Kesuma, di ruang kerjanya, Senin (6/6/2016).
Tingginya harga emas dan sulitnya ekonomi membut masyarakat mengurungkan niatnya membeli emas secara tunai. Terlebih, emas tersebut 24 karat dengan kadar 99,99 persen bersertifikat ANTAM.
Kepada Borneonews, Gusti mengatakan, manfaat lain dengan menabung emas di Pegadaian, nasabah yang ingin mengambil tabungannya suatu saat bisa mencairkannya baik berupa emas ataupun uang. Di Pegadaian Pangkalan Bun, usai Launcing April tahun ini, sudah 200 nasabah yang ikut dalam program tabungan emas.
"Kelebihan menabung emas ini, misal tahun 2016 menabung dengan total 10 gram emas dengan harga emas tahun itu, maka pada 2017 jika harga emas naik, saat mengambil tabungan emasnya yang 10 gram harganya akan ikut naik. Kalau dicairkan ke rupiah kan ada nilai lebihnya dari mulai ia menabung. Itu investasi," katanya.
Ia menilai, tabungan emas di Pegadaian ini kelebihannya harga emas semakin lama harganya meningkat. "Mau gabung jadi nasabh, syaratnya mudah cukup pakai foto kopi KTP, kemudian bayar biaya administrasi dan materai."
Ia melanjutkan, tabungan emas ini juga bisa digunakan untuk investasi pendidikan sekolah. "Untuk pendidikan, bisa diambil ungnya atau dicetak batangan emas sertifikat ANTAM kadar 24 karat 99,99 persen dan digunakan suatu saat untuk biaya pendidikan," jelasnya. (CECEP HERDI/N).








