BORNEONEWS, Palangka Raya - Komunitas Belajar Diksus Bahalap melakukan Penguatan Praktik Baik Sekolah dalam Kurikulum Merdeka di SLBN 2 Palangka Raya pada Jumat, 21 Juni 2024.
"ABK atau anak berkebutuhan khusus adalah anak yang menyimpang dari anak normal atau average child pada karakteristik mental, fisik, atau sosial, sehingga memerlukan modifikasi pelaksanaan persekolahan atau layanan yang tepat dengan kekhususannya supaya dapat berkembang sesuai kapasitasnya," kata Owner DOM Potensial Psikologi dan Terapi Palangka Raya, Kila Lavina menyampaikan materinya dalam pertemuan tersebut.
Klasifikasi Autisme melalui Childhood Autism Rating Scale atau CARS, kata Kila melanjutkan, antara lain adalah autis ringan, autis sedang, dan autis berat.
"Autis ringan, pada kondisi ini anak autis masih menunjukkan adanya kontak mata walaupun tidak berlangsung lama. Anak dapat memberikan sedikit respon ketika dipanggil namanya, menunjukkan ekspresi-ekspresi muka, dan dalam berkomunikasi dua arah meskipun terjadinya hanya sesekali," katanya di hadapan puluhan tenaga pendidik di SLBN 2 Palangka Raya tersebut.
Sementara kondisi autis sedang, lanjut Kila, pada kondisi ini anak autis masih menunjukkan sedikit kontak mata namun tidak memberikan respon ketika namanya dipanggil. Tindakan agresif atau hiperaktif, menyakiti diri sendiri, acuh, dan gangguan motorik yang stereopik cenderung agak sulit untuk dikendalikan tetapi masih bisa dikendalikan.
--page
"Untuk autis berat, anak autis menunjukkan tindakan-tindakan yang sangat tidak terkendali. Biasanya seperti memukul kepalanya ke tembok secara berulang-ulang dan terus menerus tanpa henti. Ketika orang tua berusaha mencegah, anak tidak memberikan respon dan tetap melakukannya. Anak baru berhenti setelah merasa kelelahan kemudian langsung tertidur," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/H)









