BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Tim Promkes Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas telah memberikan edukasi dan penyuluhan kesehatan terkait mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
dr. Erny Indrawati, selaku Ketua Pokja Komunikasi dan Edukasi (KE) didampingi, Popo Subroto selaku Koordinator Unit Promkes RSUD Kapuas menyampaikan sejumlah saran bagi penderita DBD.
"Penderita disarankan banyak minum, terutama berupa larutan rehidrasi misalnya oralit. Karena sampai saat ini belum ada obat khusus untuk membunuh virus, maka terapi yang diberikan hanya bersifat simtomatis yaitu mengatasi keluhan penderita, misalnya bila demam diberi obat untuk menurunkan demamnya misalnya parasetamol, bila ada mual muntah diberi obat untuk mengatasi mual muntahnya tersebut," katanya, Sabtu, 22 Juni 2024.
Disamping itu juga diperlukan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah penderita DBD harus istirahat di tempat tidur (bed rest), untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
"Dengan terapi penunjang yang baik, dapat mencegah kematian, tetapi bila diabaikan dapat menyebabkan kematian sampai 50 persen," ujarnya.
--page
Kendati demikian, lanjut dia perlu diperhatikan apabila seseorang di curigai menderita demam berdarah mengalami demam yang tinggi lebih dari 39 derajat celcius, Muntah terus menerus.
Kemudian tidak dapat atau tidak mau minum sesuai anjuran, kejang, perdarahan, misalnya gusi berdarah, mimisan, nyeri perut hebat.
Juga timbul gejala syok, gelisah, atau tidak sadarkan diri, nafas cepat, seluruh badan teraba lembab (basah), bibir dan kuku kebiruan, anak merasa haus atau kekurangan cairan, kencing berkurang atau tidak ada kencing sama sekali tanda dehidrasi.
Ditambah hasil pemerikasaan laboratorium menunjukkan peningkatan kekentalan darah (hematokrit yang tinggi) dan atau penurunan jumlah trombosit.
"Hal terpenting adalah segera membawa penderita demam 1 - 3 hari ke layanan kesehatan, segera beri banyak minum, baik air putih, susu, oralit, kuah sayur, dan lain-lain untuk menghindari pengentalan darah. Penderita DBD sebaiknya di rawat di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang optimal," ucapnya. (DODI/H)









