BORNEONEWS,Kapuas-Upaya Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Distantura) untuk mencapai target luas tanam padi di daerah setempat, berbuah prestasi. Instansi itu mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian RI sebagai pemenang lomba pencapaian target luas tanam padi musim tanam Oktober- Maret (MT Okmar) 2015/2016.

Tak hanya menerima penghargaan, atas prestasinya Distantura Kapuas juga menerima bantuan handtraktor, traktor mini, mesim pompa air dan juga mesin alat tanam padi. “Handtraktor kita dibantu 51 unit, traktor mini roda empat 10 unit dan 11 pompa air dan 10 unit alat mesin tanam,” kata Kepala Distantura Kapuas Anjono Bhakti di Kuala Kapuas, kemarin.

Berdasarkan data perbandingan realisasi luas tanam padi Kapuas bahwa pada MT Okmar 2014/2015 terealisasi seluas 52.621 hektare dan pada MT Okmar 2015/2016 luas tanam terealisasi 57.832 hektare. Sehingga pencapaian luas tanam untuk MT Okmar 2015/2016 mengalami peningkatan 9.90%   

Meskipun realisasi luas tanam mengalami peningkatan. Namun menurut Anjono, kedepan pihaknya tidak lagi mengejar target luas tanam, melainkan dengan strategi peningkatan produktivitas padi. “Strategi itu kita lakukan dengan teknologi dan pengembangan sumber daya agrobisnis,” ungkapnya.

Adapun tekhologi yang dilakukan mulai dari awal penanaman, pengolahan tanah sampai pengolahan hasil dan didukung pemasaran yang bagus. “Kalau kita pengolahan tanah strateginya adalah mekanisasi, perlu handtraktor,” imbuh Anjono.

Bantuan 51 unit handtraktor yang merupakan hadiah dari pemerintah pusat itu, akan digunakan oleh Distantura Kapuas sebagai brigade tanam. “Brigade tanam itu misalnya sepuluh handtraktor kita kumpulkan dalam satu wilayah, saat petani memerlukan menggarap lahan maka semua handtraktor itu diturunkan,” tukasnya.  

Kadistantura Kapuas menambahkan, pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah daerah sangat mendukung pertanian. “Siapa lagi yang mau membantu petani kalau tidak kita semua. Karena itu srategi kami ke depan tidak lagi mengejar luas tanam tetapi mengejar target produktivitas,” pungkas Anjono. (Napoleon Hrurlean/* )