BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemkab Kotawaringin Barat mengadakan sosialisasi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional - Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N Lapor) kepada kaum muda.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Statistik dan Persandian bekerja sama dengan USAID SEGAR dan Java Learning Center (Javlec), juga diadakan pelatihan SP4N Lapor, selama dua hari pada 20 - 21 Juni di salah satu Cafe di Pangkalan Bun agar pemuda berperan aktif dalam mengontrol pelayanan publik daerah.
Sekretaris Dinas Kominfo Kobar, Wahju Widiastuti menyampaikan SP4N Lapor memudahkan masyarakat dalam menyampaikan pengaduan terkait pelayanan publik.
Platform ini telah menjadi wadah terpercaya bagi rakyat Indonesia untuk menyuarakan aspirasinya dan mendapatkan keadilan dalam menerima pelayanan publik yang berkualitas.
"Dengan adanya SP4N Lapor, instansi pemerintah didorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan publiknya agar terhindar dari pengaduan masyarakat. Untuk di Kobar sudah kita laksnakan dua hari, bagi kaum muda dan dikhususkan bagi pecinta lingkungan," kata Wahju Widiastuti, Sabtu, 22 Juni 2024.
SP4N Lapor memastikan bahwa instansi pemerintah bertanggung jawab atas tindakannya dan memberikan pelayanan publik yang terbaik bagi masyarakat.
Kemudahan akses dan transparansi dalam penyelesaian pengaduan melalui SP4N Lapor meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Wahju Widiastuti mengatakan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam mengukur dan memverifikasi dampak implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan. Terlebih jika tersedia saluran kontribusi yang jelas berupa aplikasi SP4N Lapor.
"Melalui SP4N Lapor, masyarakat dapat melakukan pelaporan terutama terkait masalah lingkungan yang nyata atau potensial, yang diakibatkan oleh kegiatan legal atau ilegal di daerah mereka masing-masing," tambah Wahju.
Sekretaris Diskominfo Kobar berharap kaum muda bisa memiliki pengetahuan lebih dalam terkait Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB), khususnya isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan hidup.
--page
"Kaum muda ini diharapkan dapat membekali peserta dengan kemampuan untuk melakukan monitoring terhadap lingkungan di sekitarnya, serta menyampaikan aspirasi dan informasi kepada masyarakat sehingga dapat berkontribusi pada pembangunan daerah di Kabupaten Kotawaringin Barat," pungkasnya. (DANANG/R)









