SETIAP prestasi, berhak mendapatkan apresiasi. Apalagi yang terkait dengan  sebuah progres dalam pembangunan. Dan itulah yang dilakukan pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah.  Daerah yang berhasil membuat laporan keuangan dan asset dengan predikat baik, akan mendapat hadiah puluhan miliar.

Bahkan, daerah yang memiliki catatan serapan anggaran (pelaksanaan program/proyek) tinggi, juga mendapat hadiah atau reward. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Distantura) Kabupaten Kapuas, baru saja mendapat hadiah semacam itu dari pusat (Kementerian Pertanian).

 Prestasi Distantura Kapuas adalah,  pencapaian target luas tanam padi, khususnya musim tanam Oktober-Maret  (MT Okmar) 2015-2016 yang baru lalu.

Dari catatan yang ada bisa dilihat,  realisasi luas tanam padi Kapuas MT Okmar 2014/2015 mencapai  52.621 hektare.  Kemudian luas tanam  MT Okmar 2015/2016 terealisasi57.832 hektare. Sehingga pencapaian luas tanam untuk  MT Okmar2015/2016 mengalami  peningkatan 9,90%  

Itulah prestasi yang diraih Distantura Kapuas. Dan hadian dari pusatpun menggelinding. Hadiah itu berupa handtraktor 51 unit,  traktor mini roda empat 10 unit dan 11 pompa air dan 10 unit alat mesin tanam.

Kepala Distantura Kapuas Anjono Bhakti mengatakan,  bantuan itu akan ia implementasikan untuk melaksanakan gerakan tanam dengan sistem ‘brigade tanam’  yaitu menurunkan puluhan traktor itu sekaligus dalam sebuah areal lahan. Dengan begitu target tanam yang dicanangkan bisa tercapai.

Orientasi statistik yang dicatat Kementerian Pertanian dan diikuti Dinas Pertanian, memang masih artifisial. Artinya, belum masuk ke dalam substansi mencapai volume  produksi yang dikehendaki.

Orientasi statistik semacam ini sejatinya  keliru.  Mestinya, kelak, Kementerian Pertanian  bukan hanya mengejar luas tanam. Tetapi lebih substantif lagi yakni mengejar luas panen.  Karena target luas tanam, bisa saja menghasilkan angka semu.  Bisa saja yang berhasil ditanami mencapai luas   57.832 hektare tadi.  Tetapi berapa  eksisting luas panen yang ada?  Mungkin hanya berkisar 50 % hingga 60%.

Apapun, yang dicapai Distantura Kapuas patut diacungi jempol. Karena Kapuas merupakan kawasan sentra padi paling  luas di Kalteng. Semoga saja Distantura Kapuas kelak lebih mengejar substansi luas panen, dan bukan hanya mengejar luas tanam. Karena yang mau kita capai adalah berkecukupan, berswasembada, berdaulat atas pangan!