BORNEONEWS, Kasongan - Warga Kasongan dan sekitarnya kesulitan melintasi Jembatan Salak II terutama yang menggunakan kendaraan roda empat. Pasalnya, tanah timbunan pada salah satu sisi jemnbatan ini ambles ke dalam Sungai Salak.
Menurut pantauan Borneonews, Rabu (8/6/2016), lubang menganga sepanjang sekitar dua meter dan lebar sekitar dua setengah meter. Akibat adanya lubang tersebut, ruas jalan di jembatan ini menyempit kira-kira tersisa hanya satu meter setengah.
Sejumlah warga sekitar jembatan ini menceritakan, amblesnya tanah urug pada Jembatan Salak II ini sudah berlangsung sekitar sebulan terakhir.
"Awalnya lubang kecil, tapi lama-lama sering kena hujan deras melebar seperti sekarang ini," sebut Mijan, salah seorang warga Kereng Humbang, Kelurahan Kasongan Lama.
Mijan mengaku sejauh ini meski jembatan itu belum berlubang, masyarakat yang melintasi jembatan tersebut tergolong jarang. Pasalnya meski menghubungkan Palangka Raya dan Sampit, namun pengguna jalan lebih memilih melewati Jembatan Salak I (satu) yang sudah beraspal.
"Memang lewat Palangka Raya dan Sampit lewat jembatan ini juga bisa, tapi harus lebih dulu mutar ke dalam, kalau lewat Jembatan Salak satu kan langsung lurus, lagian jalan yang di Jembatan Salak dua ini masih belum beraspal," katanya.
Warga yang sering melintasi Jembatan Salak II ini, kata bapak tiga anak ini, warga yang sering mencari ikan di sekitar jembatan itu. Kemudian warga yang ingin berladang atau berkebun.
"Tapi meski jarang dilewati, kami tetap khawatir kalau ada pengendara yang terperosok masuk lubang di jembatan itu, terutama malam hari soalnya cukup dalam sampai tembus sungai," katanya.
Sementara menurut Mulyadi, warga Kasongan lainnya, pemerinah harus segera memperbaiki jembatan yang berlubang itu. "Karena membahayakan sekali, lubang di jembatan itu dalam, beruntung sampai saat ini kita belum mendengar ada yang celaka di jembatan itu." (ABDUL GOFUR/N).








