BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana sekaligus Pelaksana Tugas atau Plt Direktur Kemitraan BPDPKS, Kabul Wijayanto mengharapkan agar produk turunan sawit dapat diharapkan bisa digunakan untuk kebutuhan domestik bahkan ekspor.
"Produk turunan dari sawit diharapkan bisa digunakan untuk kebutuhan domestik bahkan untuk ekspor," kata Kabul dalam rilisnya pada Sabtu, 22 Juni 2024.
Kabul mengatakan penguatan terhadap UKMK dalam penggunaan bahan sawit tersebut difokuskan salah satunya di UKMK batik.
"Kenapa batik? Karena batik merupakan produk budaya Indonesia yang hampir semua daerah punya batik dengan kekhasan dan cirinya masing-masing. Contoh dari Jawa Tengah, ada Solo dan Jogja, Pekalongan, di Jawa Timur, belum lagi masuk ke kabupaten seperti Cirebon, Madura, bahkan Sumatera juga ada," katanya.
Dirinya mengambil contoh dalam pembuatan batik saat ini banyak menggunakan lilin atau parafin atau malam sebagai salah satu bahan bakunya. Padahal sebagian besar lilin tersebut saat ini diimpor.
"Nah kalau impor artinya bahan bakunya mahal, sehingga kalau itu mahal otomatis produk batik yang dijual kepada masyarakat ini harganya ikut terdongkrak," tuturnya.
BPDPKS menurut Kabul berupaya untuk mendorong para pelaku UKMK beralih menggunakan lilin atau malam yang berbahan baku sawit.
--page
"Lilin berbahan sawit tersebut merupakan salah satu produk hasil penelitian dari kerja sama BPDPKS dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN," katanya lagi.(TESTI PRISCILLA/R)









